SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tiga ruas jalan di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendapat alokasi anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pada 2026.

"Alhamdulillah, tadi saya baru dari Dinas SDABMBKPRKP bertemu dengan Kabid Bina Marga. Jadi kita di Mentaya Hulu dapat tiga proyek rekonstruksi jalan," kata Camat Mentaya Hulu Edison, Selasa, 20 Oktober 2026.

Edison menjelaskan, proyek pertama adalah rekonstruksi ruas jalan Desa Tanjung Jariangau-Desa Bawan, dengan anggaran Rp800 juta. Pemerintah kecamatan akan menentukan titik penanganan berdasarkan tingkat kerusakan, terutama pada bagian jalan yang mengalami kerusakan parah sejak 2025.

Ia berencana meninjau lokasi pada Kamis untuk melihat langsung kondisi jalan dan menentukan bagian yang perlu diprioritaskan.

Proyek kedua berupa rekonstruksi ruas jalan Desa Pahirangan-Desa Penda Durian, Kecamatan Mentaya Hulu, dengan anggaran Rp450 juta.

Sementara itu, ruas YC Rangkap mendapat anggaran sekitar Rp636 juta untuk rehabilitasi. Menurut Edison, jalan tersebut sebelumnya sudah menggunakan konstruksi semen, tetapi kondisinya kini mengalami kerusakan dan lapisan semen mulai terkelupas.

Pembangunan jalan tersebut akan mencakup semenisasi pada titik jalan tanah yang membutuhkan perbaikan. Meski panjang ruas yang ditangani terbatas, langkah ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan berulang, khususnya saat musim hujan.

Edison berharap perbaikan tersebut mencegah terulangnya kondisi jalan berlumpur yang sebelumnya menghambat mobilitas masyarakat hingga menyebabkan sejumlah mobil dan truk tidak dapat melintas.

"Jadi, tempat yang memang parah, apalagi saat hujan, itu kita antisipasi, di situlah nanti kita lakukan semenisasi untuk menghindari kejadian yang berulang," ujarnya.

Ia menyadari masih terdapat sejumlah ruas jalan lain yang membutuhkan penanganan. Karena itu, perbaikan infrastruktur di Mentaya Hulu diharapkan dapat dilakukan secara bertahap setiap tahun sesuai ketersediaan anggaran.

Edison juga menyebut telah membentuk asosiasi pengguna dan pemerhati jalan raya. Selain itu, ia berupaya memanfaatkan potensi dukungan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk membantu penanganan jalan.

"Harapan saya tidak terjadi lagi kerusakan jalan yang menghambat mobilitas warga seperti yang tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)