BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyiagakan 46 titik Rumah Oksigen Gratis untuk memberikan pertolongan awal kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino mengatakan, Rumah Oksigen disiapkan sebagai pusat pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas maupun keluhan pernapasan lainnya akibat terpapar asap.
“Rumah Oksigen hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal kepada masyarakat yang mengalami kegawatdaruratan pernapasan akibat karhutla. Di sini, warga mendapatkan penanganan awal untuk membantu menstabilkan kondisi kesehatannya sebelum dilakukan rujukan apabila diperlukan,” kata Hardino, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak sebatas pemberian oksigen. Petugas kesehatan di lokasi juga akan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap kondisi pasien.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya. Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih intensif, petugas akan merujuk pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai tingkat keparahannya.
Sebanyak 46 titik Rumah Oksigen Gratis tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan pertolongan dengan cepat di tengah kondisi kabut asap.
Layanan ini juga penting bagi kelompok rentan terhadap dampak buruk kualitas udara, khususnya anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Dinkes Kobar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar juga diminta menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan asap.
Masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, napas cepat, maupun keluhan pernapasan yang semakin memburuk.
Keberadaan Rumah Oksigen Gratis menjadi bagian dari kesiapsiagaan pelayanan kesehatan Pemkab Kobar menghadapi dampak karhutla. Dengan layanan yang tersebar di 46 titik, warga yang terdampak kabut asap diharapkan dapat memperoleh penanganan awal lebih cepat. (ARIEF/j)









