BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah telah merealisasikan pengadaan jagung pakan sebanyak 350.205 kilogram atau sekitar 350,2 ton hingga 18 Oktober 2026. Jumlah tersebut baru mencapai 12,97 persen dari target pengadaan yang ditetapkan sebesar 2.700 ton.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan pengadaan jagung pakan terus berjalan melalui kantor wilayah dan kantor cabang Bulog di seluruh Kalimantan Tengah.
Pengadaan tersebut dilakukan untuk menyerap hasil produksi petani dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pakan nasional dan mendukung kesejahteraan petani.
"Berdasarkan data realisasi pengadaan, per 18 Oktober 2026, capaian pengadaan masih terpaut cukup jauh dari target. Dengan target 2.700.000 kilogram, Bulog perlu mengadakan tambahan sekitar 2.349.795 kilogram atau 2.349,8 ton untuk memenuhi sasaran tersebut," kata Erwin kepada Borneonews pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kantor Cabang Bulog Barito Selatan mencatatkan realisasi pengadaan tertinggi, yakni sebanyak 132.071 kilogram atau sekitar 132,1 ton. Capaian tersebut menjadi kontribusi terbesar dibandingkan realisasi pengadaan yang tercatat di wilayah kerja Bulog Kalteng lainnya.
Bulog Kalteng melaksanakan pengadaan jagung pakan melalui kantor wilayah dan kantor cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya ini menjadi bagian dari dukungan terhadap ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak di daerah.
Selain pengadaan, Bulog juga memastikan ketersediaan stok jagung pakan di gudang dalam kondisi aman untuk mendukung pelaksanaan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung kepada peternak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) III.
"Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan penyaluran jagung pakan kepada peternak," katanya lagi.
Dengan demikian, pengadaan dan pengelolaan stok diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pakan sekaligus memperkuat rantai pasok komoditas pangan di Kalimantan Tengah.
Meski pengadaan terus berlangsung, realisasi yang baru mencapai 12,97 persen per 18 Oktober 2026 menunjukkan masih besarnya kebutuhan pengadaan untuk mencapai target. Perkembangan realisasi selanjutnya akan menjadi indikator penting dalam melihat kemampuan Bulog Kalteng memenuhi sasaran pengadaan jagung pakan pada 2026. (TESTI PRISCILLA/J)









