KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih memengaruhi aktivitas masyarakat di Kabupaten Katingan. Warga, terutama anak-anak, lanjut usia, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara semakin tidak sehat.

Wakil Bupati Katingan Firdaus mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan asap bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Katingan agar selalu menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi kabut asap saat ini. Gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan kurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara semakin tidak sehat, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” kata Firdaus, Selasa, 20 Oktober 2026.

Selain mengurangi aktivitas di luar rumah, masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.

Pemkab Katingan turut mengingatkan warga untuk mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Upaya perlindungan kesehatan dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan karhutla di daerah tersebut.

Pemerintah daerah juga kembali memperpanjang masa tanggap darurat karhutla selama 14 hari.

Perpanjangan itu dilakukan agar penanganan kebakaran, koordinasi antarinstansi, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dilanjutkan.

Selain pengendalian kebakaran, ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian selama masa tanggap darurat.

Firdaus meminta masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api.

Kondisi kabut asap yang masih dirasakan warga membuat kewaspadaan terhadap dampak kesehatan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap kualitas udara buruk. (*/J)