SAMPIT –

‎BORNEONEWS, Sampit – Ketersediaan peralatan pemadam dan perlindungan bagi petugas menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur yang masih marak terjadi.

Mendukung upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan peralatan pemadaman, perlengkapan pelindung, dan logistik kepada Korem 102/Panju Panjung.
‎‎
‎“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Sales Branch Manager (SBM) Kalteng II Fuel Lucky Haryanto, Selasa, 20 Oktober 2026.
‎
‎Bantuan itu ia serahkan bersama SBM Kalteng V Gas Bagas Wicaksono yang merupakan perwakilan Pertamina Patra Niaga kepada Korem 102 Panju Panjung yang diterima oleh  Kasipers Kasrem 102 Kolonel Inf Bayu Panji Bangsawan.
‎
‎Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang kesiapan personel sekaligus mendukung upaya pemadaman karhutla yang masih membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
‎
Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya penanganan karhutla, khususnya dalam memenuhi kebutuhan operasional petugas di lapangan.
‎
‎"Ketersediaan sarana pendukung sangat penting agar personel dapat menjalankan tugas secara optimal. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan operasional dalam penanganan karhutla di Kotim, " ujarnya.
‎
‎ Bantuan peralatan pemadaman yang disalurkan terdiri dari dua unit mesin Robin WPR 330, dua selang penyedot air, dua selang pemadam, dua kepala penyemprot air, serta dua dudukan sambungan mesin.
‎
‎Selain peralatan pemadaman, Pertamina juga memberikan perlengkapan pelindung berupa satu plastik kacamata dan satu dus masker. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan perlindungan personel selama bertugas di lapangan.
‎
‎Dukungan juga diberikan dalam bentuk logistik makanan ringan, minuman dan vitamin untuk para petugas.
‎
‎Sementara itu, Bagas Wicaksono mengatakan penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kesiapan personel, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
‎
‎"Kolaborasi antara instansi terkait, perusahaan, dan pihak lainnya dinilai penting untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran, " imbuhnya.
‎
‎Diketahui, kebakaran hutan dan lahan di  Kotim masih terus marak sampai dengan saat ini. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Selasa (20 Oktober 2026) terdapat 14 titik api. Dimana 4 titik api berada di wilayah Kota Sampit dan 10 titik api terdeteksi di luar kota. (DEVI/R)