PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kasus infeksi saluran pernapasan akut di Kota Palangka Raya tercatat mencapai 11.276 kasus sejak Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.743 kasus terjadi sejak awal hingga 20 Oktober 2026.

Tingginya angka tersebut menjadi salah satu alasan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memperluas akses layanan oksigen gratis bagi masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Dinkes Palangka Raya Riduan mengatakan layanan bergerak disiapkan untuk memberikan pertolongan awal kepada warga yang membutuhkan.

“Program ini dirancang untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya memberikan pertolongan pertama selama darurat kabut asap karhutla masih berlangsung,” kata Riduan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Bus Oksigen Keliling beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB.

Lokasi pelayanan tidak tetap dan akan menyesuaikan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Palangka Raya Nurul Komariah mengatakan armada pertama difokuskan melayani kawasan Jalan RTA Milono, Kereng Bangkirai, Kalampangan, dan sekitarnya.

“Mobil itu memberikan layanan oksigen gratis kepada para pengemudi maupun warga yang melintas di sekitar lokasi,” ujarnya.

Sementara armada kedua masih dalam tahap persiapan dan direncanakan melayani kawasan Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, dan sekitarnya.

“Untuk lokasi persinggahan kedua bus, kami akan selalu menyesuaikan dengan titik-titik di lapangan yang paling memerlukan pelayanan,” kata Nurul.

Layanan bergerak tersebut diharapkan memudahkan warga memperoleh bantuan awal tanpa harus terlebih dahulu datang ke fasilitas kesehatan.

Meski demikian, warga yang mengalami sesak berat atau keluhan pernapasan yang memburuk tetap perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.