BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat sepanjang 2026 telah mencakup 2.887,68 hektare dengan 24.991 titik panas tercatat hingga 12 Oktober.
Data Pemerintah Kabupaten Kobar juga mencatat sedikitnya 580 kegiatan penanganan dilakukan selama periode tersebut.
Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni 1.409,26 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Arut Selatan dengan luas terbakar mencapai 1.065,60 hektare.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan penanganan saat ini difokuskan pada sejumlah kawasan yang dinilai memiliki risiko tinggi dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
Selain Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), prioritas juga mencakup sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Desa Tanjung Putri, dan wilayah lain yang menjadi pusat aktivitas warga.
“Namun, selain di Taman Nasional Tanjung Puting pihaknya juga memprioritaskan penanganan adalah kawasan sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama dan wilayah Desa Tanjung Putri serta daerah lainnya yang menjadi kawasan vital bagi aktivitas masyarakat,” kata Nurhidayah, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurutnya, sejumlah lokasi kebakaran di kawasan TNTP juga memiliki medan sulit dijangkau. Penanganan sebelumnya turut dilakukan di Desa Sungai Cabang dan kawasan sekitar yang berbatasan dengan taman nasional.
Karhutla tidak hanya mengancam kawasan hutan dan habitat satwa, tetapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat.
Kabut asap telah mengganggu transportasi udara di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, sementara sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi paparan asap.
“Kondisi karhutla yang terjadi saat ini membutuhkan kebersamaan dan komitmen seluruh pihak,” ujar Nurhidayah.
Pemkab Kobar terus mengerahkan personel dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani lokasi kebakaran yang masih aktif.
Kondisi kemarau juga masih menjadi tantangan karena meningkatkan risiko kebakaran baru.
Nurhidayah berharap pemerintah pusat memberikan dukungan tambahan untuk mempercepat pengendalian karhutla di Kobar.









