KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Anak-anak dari keluarga rentan di Kabupaten Katingan mendapat akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 yang kini telah menempati bangunan baru.

Selain fasilitas belajar, siswa juga mendapat dukungan berupa laptop dan makanan tiga kali sehari selama mengikuti pendidikan.

Wakil Bupati Katingan Firdaus mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat diarahkan untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar.

“Harapan kita, anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan setara dengan sekolah lainnya. Dengan pendidikan, mereka memiliki kesempatan untuk berkembang, meraih cita-cita, dan kelak meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Firdaus, Rabu, 21 Oktober 2026.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sebelumnya menggunakan bangunan bekas hotel sebelum akhirnya menempati fasilitas baru.

Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diarahkan mengejar capaian akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan lain, termasuk kemampuan berbahasa asing.

Firdaus menyebut dua siswa telah menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.

Ia menilai kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan memperluas peluang pada masa depan.

“Untuk itu, siswa yang bersekolah di SR perlu memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, mengembangkan kemampuan, serta berani menetapkan cita-cita untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain dukungan sarana, pemenuhan kebutuhan dasar siswa juga menjadi perhatian. Makanan diberikan tiga kali sehari agar kebutuhan selama mengikuti pendidikan dapat terpenuhi.

Firdaus mengatakan pendidikan menjadi salah satu instrumen untuk membantu keluarga rentan meningkatkan kualitas hidup.

Ia menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Katingan berada sekitar 4,9 persen, sementara pertumbuhan ekonomi sekitar 5,3 persen.

Karena itu, program pendidikan seperti Sekolah Rakyat diharapkan tidak berhenti pada penyediaan tempat belajar, tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kesempatan kerja dan kehidupan yang lebih baik di masa depan.