SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Pratu Sugiono, prajurit TNI yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Papua. Jenazah dimakamkan secara militer di Pemakaman Muslim Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu, 21 Oktober 2026.

Upacara pemakaman dipimpin Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan sebagai penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.

Dwi Candra mengatakan Pratu Sugiono meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada Minggu, 18 Oktober 2026 sekitar pukul 16.45 WIB saat melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini bersama Yonif 645/GTY.

“Kita semua merasa kehilangan salah satu putra terbaik anggota TNI yang semasa hidupnya telah membaktikan jiwa dan raganya untuk kepentingan serta keluhuran bangsa dan negara,” kata Dwi Candra.

Pratu Sugiono diketahui mengalami kecelakaan tunggal bersama rekannya di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.

Kendaraan dinas Mitsubishi Strada Triton double cabin yang mereka tumpangi dilaporkan masuk jurang sedalam sekitar 50 meter di Jalan Trans Wamena–Jayapura, Kampung Obakma, Kabupaten Yalimo.

Jenazah kemudian dibawa ke Sampit untuk dimakamkan tidak jauh dari kediaman keluarga.

Prosesi berlangsung dengan tata upacara militer. Peti jenazah diselimuti bendera Merah Putih dan diusung dengan penghormatan militer sebelum dimakamkan.

Dwi Candra juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya berharap agar tetap tabah dan selalu diberikan kekuatan iman, lahir dan batin dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Ia turut mengajak seluruh anggota mendoakan almarhum agar amal ibadahnya diterima dan keluarga mendapat ketabahan.

Pemakaman tersebut menjadi penghormatan terakhir kepada Pratu Sugiono setelah gugur dalam tugas di Papua. (DEVI/J)