PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya berupaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan saat ini ada dua unit sudah berjalan dan akan segera ditambah dua unit lagi agar mampu menjangkau semua kawasan.

Kehadiran armada bus oksigen keliling ini difokuskan untuk menyisir kawasan-kawasan pemukiman warga yang rawan dan paling terdampak oleh kabut asap.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi melonjaknya kasus gangguan pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga memastikan bahwa akses terhadap armada bantuan kesehatan ini sangat mudah dan terbuka bagi publik.

Warga tidak perlu khawatir akan prosedur birokrasi yang berbelit-belit untuk bisa menggunakan fasilitas penanganan medis darurat tersebut.

Fairid menegaskan bahwa masyarakat dapat menikmati bantuan oksigen ini secara gratis tanpa syarat administrasi apa pun.

"Untuk menggunakan layanan ini tidak ada syarat khusus, siapa saja yang membutuhkan bisa langsung datang ke bus. Di dalam ada petugas dari Dinkes," ujarnya," Rabu, 21 Oktober 2026.

Keberadaan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya di dalam setiap bus memfasilitasi penanganan darurat yang cepat dan tepat. Petugas tidak hanya siap memberikan terapi oksigen, tetapi juga siap memeriksa kondisi kesehatan umum warga secara langsung di lokasi.

Dengan adanya empat unit bus oksigen keliling ini, Pemko Palangka Raya berharap dapat menekan risiko dampak buruk kesehatan akibat karhutla secara signifikan.

"Layanan mobilitas tinggi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan pertolongan pertama yang efektif bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. (HENDRI/j)