BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabar baik datang bagi relawan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. Setelah sebelumnya menanti pembayaran insentif, para relawan kini mendapatkan kepastian bantuan yang akan disalurkan secara bertahap.
Ketua Tagana Kota Palangka Raya, Hilmi Zulkarnaen, mengatakan pihaknya telah menerima informasi bahwa bantuan untuk penanganan karhutla di Palangka Raya telah tersedia. Meski nilainya disebut hanya sekitar Rp5 miliar, bantuan tersebut disambut syukur oleh para relawan.
“Alhamdulillah, sekarang sudah dapat bantuan, Mbak. Walaupun terlambat dan nilainya jauh lebih kecil dibandingkan kabupaten lain, setidaknya semua relawan yang bertugas sudah bisa tersenyum dan semangat lagi,” ujar Hilmi, saat dikonfirmasi Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya masih banyak relawan karhutla yang belum menerima insentif, termasuk anggota Tagana Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut terjadi di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Palangka Raya beserta perangkat daerah terkait.
Menurut Hilmi, para relawan berupaya memahami situasi tersebut sembari tetap menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan karhutla. Mereka terus membantu penanganan kebakaran meskipun kepastian insentif menjadi salah satu hal yang dinantikan.
Hilmi mengungkapkan, pihaknya sempat mendapat kabar bahwa pembayaran insentif relawan akan dilakukan secara bertahap. Informasi tersebut memberikan harapan baru bagi para petugas yang selama ini bekerja menghadapi ancaman kebakaran dan kabut asap.
Terkait nilai bantuan, Hilmi menyebut informasi yang diterimanya menyatakan alokasi untuk Palangka Raya sekitar Rp5 miliar. Nilai tersebut dinilainya masih jauh dibandingkan bantuan yang diterima sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Tengah.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi atas bantuan yang kini tersedia. Baginya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi relawan untuk terus menjalankan tugas dalam melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
Ia berharap penyaluran bantuan dan pembayaran insentif dapat berjalan lancar sehingga para relawan memperoleh kepastian atas dukungan yang menjadi hak mereka.
“Yang penting sekarang ada kabar baik. Kami bersyukur dan berharap insentif bisa segera diterima oleh teman-teman yang bertugas. Mudah-mudahan bencana karhutla ini juga cepat berlalu,” terangnya.
Berdasarkan rincian alokasi Banpres karhutla yang disampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menerima Rp40 miliar. Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau masing-masing memperoleh Rp20 miliar.
Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat masing-masing menerima Rp15 miliar. Adapun alokasi sekitar Rp5 miliar untuk Kota Palangka Raya.
“Kami tidak tahu persis mengenai nilai dan pengelolaan dananya. Kami hanya mendengar informasi tersebut saat apel posko satgas. Untuk lebih jelasnya, silakan konfirmasi kepada Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya karena BPBD yang menerima dan mengelola dana tersebut,” tambah Hilmi. (MARINI/Y)









