PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menekankan pentingnya penyamaan data dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini diperlukan agar informasi mengenai kondisi terkini di lapangan dapat dikoordinasikan secara tepat dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Fairid memaparkan kondisi terkini karhutla di wilayah Kota Palangka Raya kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla digelar di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau. Dalam penyampaian tersebut, keselarasan data menjadi salah satu perhatian untuk mendukung penanganan bencana yang lebih terarah.

Menurut Fairid, data yang akurat dan seragam sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan, terutama dalam menentukan langkah penanganan, kebutuhan dukungan, serta evaluasi terhadap upaya pengendalian karhutla.

“Penyamaan data menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar informasi mengenai kondisi karhutla dapat dikoordinasikan lebih lanjut dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Fairid, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menilai, koordinasi antara pemerintah daerah dan BNPB perlu terus diperkuat agar kondisi yang dilaporkan sesuai dengan situasi aktual di lapangan. Dengan demikian, langkah penanganan dapat disusun berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, kesesuaian data juga diperlukan untuk memetakan wilayah terdampak, memantau perkembangan titik kebakaran, serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang harus diprioritaskan.

Fairid berharap komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat dapat mendukung upaya penanggulangan karhutla di Palangka Raya, baik melalui penguatan langkah pencegahan maupun penanganan dampak yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak dan dukungan informasi yang akurat. Karena itu, penyelarasan data diharapkan menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana di daerah.

"Melalui koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap evaluasi penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih terukur sehingga kebijakan dan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," pungkasnya. (MARINI/Y)