PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk membuka akses jalan dan membuat sekat bakar guna mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi, di Palangka Raya, Rabu, mengatakan salah satu lokasi yang dalam penanganan karhutla didukung alat berat di antaranya di sekitar di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, Jalan Soekarno.

"Pengerahan alat berat tersebut dilakukan karena titik api berjarak sekitar 600-700 meter dari jalan utama sehingga sulit dijangkau armada pemadam kebakaran. Ekskavator kami kerahkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas, sekaligus membuka akses agar mobil pemadam bisa langsung mendekati titik api,” katanya.

Budi menjelaskan, kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung selama dua hari. Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utama bagi personel gabungan dalam melakukan pemadaman.

Sebelum akses dibuka, petugas mengandalkan sumber air dari sumur bor milik warga dengan menyambungkan selang hingga 10 rol untuk mencapai lokasi kebakaran. Jarak yang cukup jauh menyebabkan tekanan air melemah sehingga proses pemadaman kurang maksimal.

Dengan pembukaan jalur baru, armada pemadam diharapkan dapat menjangkau titik api lebih dekat dan membawa pasokan air secara lebih efektif. Langkah tersebut juga ditujukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus membatasi pergerakan api agar tidak meluas ke kawasan perkantoran pemerintah.

Budi mengatakan pengerahan ekskavator merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Palangka Raya untuk mempercepat penanggulangan karhutla di kawasan strategis tersebut.

“Tujuan utamanya sesuai arahan wali kota adalah mempermudah personel dan armada masuk ke lokasi. Selain untuk pemadaman, jalur yang dibuka ini nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Saat ini, BPBD Kota Palangka Raya memprioritaskan pembukaan akses dan pembuatan sekat bakar untuk melokalisasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak mendekati kawasan perkantoran pemerintah serta mempermudah mobilisasi personel dan sarana pemadaman di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya sejak status siaga darurat karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 20 Oktober 2026, tercatat 932 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 1.453,64 hektarei di wilayah setempat.

Kejadian lahan terbakar itu terjadi di wilayah Kecamatan Jekan Raya 571 kejadian, Pahandut 83 kejadian, Sebangau 185 kejadian, Bukit Batu 87 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit enam kejadian.

ANTARA