BORNEONEWS, Palangka Raya — Seiring dengan tingginya konsentrasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri dari bahaya paparan asap.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya Hendrikus Satria Budi menyampaikan bahwa kondisi kabut asap saat ini berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh warga untuk segera menerapkan langkah-langkah perlindungan diri yang telah disarankan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan masker, terutama jenis N95, setiap kali beraktivitas di luar ruangan. Hal ini sangat penting untuk menyaring partikel berbahaya yang terkandung dalam asap,” ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Selain menggunakan masker, BPBD juga menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Tetap berada di dalam ruangan dengan pintu dan jendela tertutup dapat membantu mengurangi paparan polutan.
“Perbanyak minum air putih juga menjadi hal yang sangat dianjurkan agar tubuh tetap terhidrasi dan membantu proses detoksifikasi. Sebaliknya, hindari membakar sampah maupun lahan karena hal tersebut hanya akan memperparah polusi udara yang sudah terjadi,” tambahnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD juga mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk yang memburuk, iritasi mata, maupun gangguan kesehatan lainnya.
“Kita semua berperan penting dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan udara dan tetap waspada terhadap dampak kabut asap,” pungkasnya. (PATHUR/Y)









