BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya merilis data terbaru kebakaran hutan dan lahan per tanggal 11 Oktober 2026.
Sejak penetapan status Siaga Darurat pada 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 876 kejadian karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 1.441,30 hektar di lima kecamatan se - Kota Palangka Raya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan bahwa angka kejadian ini tersebar di seluruh wilayah kota.
Kecamatan Jekan Raya menjadi kawasan dengan kejadian terbanyak yaitu 524 kasus, diikuti Sebangau 184 kejadian, Pahandut 79 kejadian, Bukit Batu 83 kejadian, dan Rakumpit 6 kejadian.
"Data per tanggal 11 Oktober 2026 menunjukkan peningkatan angka kejadian dibanding periode sebelumnya. Luas lahan yang terbakar juga bertambah menjadi 1.441,30 hektar. Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap lingkungan kita masih sangat besar," ungkap Heri Fauzi, Senin 12 Oktober 2026.
Heri juga memaparkan bahwa saat ini terdapat 19 titik lokasi yang masih dalam proses penanganan pemadaman dan pembasahan oleh Satgas Karhutla.
Titik-titik tersebut tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Jalan Trans Kalimantan, kawasan Jekan Raya, Bukit Tunggal, hingga wilayah Pahandut dan Langkai.
Luas lahan yang masih ditangani bervariasi, dari 0,06 hektar hingga 0,83 hektar per lokasi.
"Satgas Karhutla terus bekerja siaga melakukan pemadaman dan pembasahan di ke-19 titik tersebut. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar api dapat segera dipadamkan dan tidak menjalar lebih luas," jelasnya.
Selain upaya pemadaman, BPBD Kota Palangka Raya juga menyiapkan berbagai layanan pendukung, antara lain layanan kesehatan, satu pos komando dan enam pos lapangan untuk pengungsian serta perlindungan masyarakat, serta dukungan logistik dan pencarian penyelamatan yang siap diaktifkan kapan saja.
Kerugian akibat kebakaran tercatat seluas 1,22 hektar lahan hingga saat ini.
Heri Fauzi menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi kunci utama. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan sekecil apa pun dan segera melaporkan jika melihat asap atau api di lingkungan sekitar melalui Call Center 112.
Setiap laporan dari masyarakat sangat berharga untuk meminimalkan kerugian yang lebih besar.
"Kita berharap dengan kerja sama seluruh pihak, angka kejadian karhutla dapat menurun. Mari jaga lingkungan kita bersama, karena mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan," pungkasnya. (PATHUR/Y)









