BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengetahuan tradisional masyarakat pedalaman Desa Kinipan, Kabupaten Lamandau, menjadi inspirasi enam siswa SMA di Palangka Raya untuk meneliti potensi tumbuhan lokal Bobah Bebara (Timonius flavescens) hingga meraih medali emas di International Science and Invention Fair (ISIF) ke-8 Tahun 2026.
Penelitian tersebut berjudul “Integrated Phytochemical Profiling, Antioxidant Activity, and Molecular Docking Analysis of Timonius flavescens (Bobah Bebara) for Female Genital Health” dan mengkaji profil fitokimia, aktivitas antioksidan, serta analisis komputasional menggunakan metode in silico.
Enam peserta disik itu yakni Christian Trysta Fernando, Muhammad Agfahry Wirayana, Catrine Aprilia Lorenza, Deon Alfa Lextrano, dan Rasyid Dwi Nararya Kurnen dari SMAN 2 Palangka Raya, serta Gabriela Caroline C.S. dari SMAN 3 Palangka Raya. Penelitian mereka dibimbing Margaretha Yenitha.
Gabriela menjelaskan, penelitian tersebut mengangkat analisis ilmiah terhadap ekstrak daun Bobah Bebara yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam mengatasi masalah keputihan pada perempuan, khususnya remaja putri.
“Dalam kompetisi ini, saya bersama Anggota Tim membawa penelitian tentang analisa ilmiah terhadap ekstrak daun Bobah Bebara (*Timonius flavescens*) yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam mengatasi masalah keputihan pada Wanita, khusunya remaja putri,” ungkap Gabriela.
Ia berharap penelitian tersebut mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap tumbuhan endemik Kalimantan Tengah dan menghargai pengetahuan masyarakat lokal mengenai pemanfaatannya sebagai bahan obat-obatan alamiah.
Guru pembimbing Margaretha Yenitha mengatakan penelitian tersebut menunjukkan kekayaan hayati Kalimantan Tengah dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan karya ilmiah.
Meski demikian, penelitian Bobah Bebara masih berada pada tahap eksplorasi potensi ilmiah dan belum membuktikan secara klinis bahwa tumbuhan tersebut dapat mencegah atau mengobati keputihan maupun gangguan kesehatan lainnya.
Penelitian lanjutan, termasuk pengujian keamanan, efektivitas biologis, dan uji klinis yang sesuai, masih diperlukan sebelum pemanfaatannya dapat direkomendasikan sebagai pengobatan. (HERMAWAN DP/y)
Berangkat dari Pengetahuan Warga Kinipan, Enam Siswa di Kalteng Teliti Bobah Bebara
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Kemendikdasmen Beri Fleksibilitas Susulan TKA untuk Wilayah Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







