BORNEONEWS, Palangka Raya – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI menerbitkan buku berjudul Jejak Tutur di Punggung Aksara yang menghimpun 60 karya kreatif penulis dari Banyuwangi, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah.
Buku setebal xv; 434 halaman tersebut menjadi salah satu luaran kegiatan yang didanai melalui Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.
"Penerbitan buku ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus memperkuat kreativitas penulis dari berbagai daerah," kata Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Selain memuat 60 karya kreatif, buku tersebut juga menghimpun materi lokakarya yang menghadirkan 13 narasumber dari berbagai lembaga dan komunitas. Di antaranya Masyarakat Adat Nusantara (Manassa), Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), Tim HISKI Pusat, HISKI Komisariat Banyuwangi dan Palangka Raya, serta penulis lokal dari Banyuwangi dan Kalimantan Tengah.
"Keterlibatan penulis dari dua daerah ini menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengalaman, gagasan, dan ekspresi kreatif melalui karya sastra," tambah Prof Novi.
Buku ini disunting oleh tim yang terdiri dari Novi Anoegrajekti, Tengsoe Tjahjono, Sudartomo Macaryus, M. Yoesoef, Ari Ambarwati, Hasan Basri, Nurul Ludfia Rochmah, Alifiah Nurachmana, dan Imam Qalyubi.
Peluncuran buku Jejak Tutur di Punggung Aksara dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-35 HISKI di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sebagai bagian dari publikasi kegiatan bersama, buku tersebut juga akan didistribusikan kepada para penulis yang terlibat.
"Sebanyak 30 eksemplar disiapkan untuk para penulis," katanya lagi.
Penerbitan buku ini diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi terhadap karya kreatif dari daerah sekaligus memperkuat dokumentasi kegiatan kesusastraan yang melibatkan penulis, akademisi, dan komunitas tradisi lisan. (TESTI PRISCILLA/H)









