TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924/Uria Mapas Kabupaten Barito Timur menggencarkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tamiang Layang dan sekitarnya.

Selain memantau kondisi wilayah, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi potensi karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Upaya ini dilakukan di tengah terdeteksinya puluhan titik panas atau hotspot di wilayah Barito Timur berdasarkan pemantauan satelit.

Data SiPongi yang diperbarui Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 07.44 WIB, mencatat sebanyak 25 titik panas dalam periode 24 jam terakhir.

Seluruhnya masuk kategori tingkat kepercayaan sedang, dengan sebaran terbanyak berada di Kecamatan Paju Epat sebanyak 21 titik, disusul Kecamatan Banua Lima tiga titik dan Kecamatan Dusun Timur satu titik.

Meski demikian, deteksi hotspot oleh satelit bukan merupakan bukti pasti terjadinya kebakaran. Temuan tersebut menjadi indikasi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Dalam pelaksanaan patroli, sebanyak 12 personel Yonif TP 924/Uria Mapas dikerahkan mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan dipimpin Serda Hernadi dengan menggunakan enam unit sepeda motor dinas jenis Kawasaki KLX untuk menjangkau sejumlah lokasi pemantauan di wilayah Tamiang Layang dan sekitarnya.

Bintara Penerangan Yonif TP 924/Uria Mapas, Serda Junaedi, mengatakan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan juga dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Patroli ini kami laksanakan sebagai langkah pencegahan agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diketahui sejak dini. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan,” ujarnya.

Selain memantau situasi wilayah, personel memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran dan meluas ke kawasan sekitarnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan api, kepulan asap yang mengindikasikan kebakaran atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

Berdasarkan laporan hasil patroli, situasi di wilayah yang dipantau terpantau aman dan kondusif. Personel tidak menemukan aktivitas ilegal maupun kegiatan mencurigakan. Masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, sedangkan kawasan hutan yang dipantau dilaporkan dalam kondisi aman.

Serda Junaedi menegaskan, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Kesadaran untuk tidak membakar lahan serta kepedulian melaporkan indikasi kebakaran menjadi bagian penting dalam menekan risiko kerusakan lingkungan dan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan maupun aktivitas ekonomi warga.

“Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah karhutla. Kami berharap warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.

Melalui patroli dan edukasi secara rutin, Yonif TP 924/Uria Mapas berkomitmen mendukung upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Barito Timur.

Sementara itu, data hotspot SiPongi dapat menjadi salah satu acuan awal bagi pihak terkait untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, potensi kebakaran diharapkan dapat diantisipasi lebih cepat sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih luas. (AGUSTINUS BOLE MALO)