KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kondisi ini mengganggu jarak pandang dan membuat suasana siang hari tampak gelap karena sinar matahari tertutup tebalnya asap.

Berdasarkan laporan warga, kabut asap telah terlihat sejak pagi dan kondisinya semakin parah menjelang siang. Asap yang menyelimuti kawasan perkotaan tersebut membuat jarak pandang terbatas dan aktivitas masyarakat terganggu.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan penyeberangan Murung Keramat di Sungai Kapuas Murung.

Berdasarkan laporan waktu sekitar pukul 12.21 hingga 12.38 WIB, jarak pandang di atas perairan dilaporkan hanya sekitar 30 meter.

Jarak pandang yang sangat pendek tersebut berpotensi membahayakan aktivitas transportasi air. Pengemudi feri maupun pengguna jasa penyeberangan harus lebih waspada ketika melintas di tengah kabut asap.

Kondisi serupa juga menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di darat. Kabut asap yang mengurangi jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintasi jalan dengan kondisi lingkungan yang tertutup asap.

Selain mengganggu aktivitas transportasi, kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. 

Seorang warga mempertanyakan respons pemerintah daerah terhadap kondisi tersebut. Warga itu meminta pemerintah tidak menunggu sampai ada korban sebelum mengambil tindakan.

“Mana suara pemerintah daerah. Jangan menunggu adanya korban baru eksekusi dilakukan,” tulis warga tersebut dalam pesannya.

Warga itu juga mendesak agar pembagian masker dilakukan secepatnya. Di tengah kabut asap yang semakin pekat, masyarakat membutuhkan langkah perlindungan yang nyata, selain imbauan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.(SABRIANOOR/R)