BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya resmi memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP pada periode 26 hingga 28 Oktober 2026.
Keputusan ini diambil menyusul hasil pemantauan kualitas udara yang masih berada pada kategori berbahaya di Kota Palangka Raya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah memeriksa hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada tanggal 22, 23, 24, dan 25 Oktober 2026.
Data tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara belum membaik dan masih masuk kategori berbahaya, sehingga langkah antisipatif sangat diperlukan demi melindungi kesehatan peserta didik.
"Keputusan ini bukan diambil tanpa pertimbangan matang. Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Selama udara belum aman, kami tidak ingin membiarkan anak-anak terpapar langsung di lingkungan sekolah," ujar Jayani, Minggu, 25 Oktober 2026.
Perpanjangan PJJ ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya yang telah ditetapkan melalui Surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/4415/Disdik.Umpeg/X/2026 tanggal 14 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut kini diperpanjang dengan rentang waktu tiga hari ke depan.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi paparan udara tidak sehat yang masih menyelimuti kota, sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan secara optimal tanpa mengganggu jadwal pendidikan siswa.
Jayani menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara setiap harinya. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menentukan kebijakan selanjutnya, apakah pembelajaran tatap muka sudah dapat dimulai atau PJJ masih perlu diperpanjang.
"Kami akan terus mengevaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara. Jika kondisi membaik, insya Allah kita akan segera kembali belajar di sekolah. Namun untuk saat ini, mari kita jaga bersama kesehatan anak-anak kita," tambahnya.
Dinas Pendidikan juga meminta dukungan dari seluruh orang tua dan masyarakat agar kebijakan ini dapat berjalan dengan baik.
"Pembelajaran dari rumah diharapkan tetap terpantau oleh orang tua, sehingga anak-anak tetap dapat belajar dengan nyaman di lingkungan yang lebih aman," pungkasnya. (PATHUR/r)









