PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya mengevaluasi kesiapan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang dijadwalkan pada 4 Desember 2026 kemungkinan bulan Januari 2027. 

Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan tingkat kehadiran siswa masih rendah dan banyak materi pelajaran belum tersampaikan secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesiapan siswa menghadapi UAS.

“Dari evaluasi, banyak sekali ditemukan tingkat kehadiran siswa masih rendah dan masih banyak pelajaran yang tidak terpenuhi,” kata Jayani, Senin, 26 Oktober 2026.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan UAS, guru perlu mengevaluasi kembali proses pembelajaran selama PJJ. Hal ini penting untuk memastikan materi yang telah diberikan cukup dipahami siswa, terutama bagi mereka yang tidak mengikuti pembelajaran secara penuh akibat kondisi karhutla.

Disdik akan menyiapkan pembekalan kepada guru agar melakukan peninjauan atau review terhadap materi pelajaran. Dari evaluasi itu, guru dapat mengetahui materi mana yang sudah dipahami dan bagian mana yang masih perlu diulang sebelum siswa menjalani ujian.

“Kami akan membuat pembekalan kepada guru untuk mereview materi pelajaran, apakah sudah cukup atau belum,” ujarnya.

Jayani menjelaskan, jadwal UAS dalam kalender pendidikan ditetapkan pada 4 Desember 2026. Namun, evaluasi terhadap kehadiran dan ketercapaian materi menjadi pertimbangan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi ujian tersebut.

"Selain evaluasi materi, penambahan waktu belajar juga berpeluang dilakukan agar siswa dapat mengejar ketertinggalan. Dengan demikian, pelaksanaan UAS diharapkan tidak mengabaikan kondisi siswa yang belum memperoleh pembelajaran secara optimal selama PJJ," jelasnya.

Sementara itu, jadwal kembali ke pembelajaran tatap muka masih mempertimbangkan kondisi cuaca dan perkembangan karhutla. Jika hujan turun dan situasi memungkinkan, pembelajaran tatap muka dapat dimulai kembali sesuai hasil pertimbangan Disdik.

Jayani menyebut jadwal tersebut berpotensi bergeser dari rencana awal Desember hingga Januari apabila kondisi belum memungkinkan. Penyesuaian ini diharapkan memberi ruang bagi pemulihan proses belajar sekaligus memastikan siswa lebih siap menghadapi UAS dan memahami materi yang tertinggal. (MARINI/Y)