PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Mobil Oksigen Gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya mulai beroperasi pada 16 Oktober 2026 untuk memperluas jangkauan bantuan oksigen bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan layanan tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, terutama mereka yang membutuhkan bantuan oksigen di tengah kondisi kualitas udara yang terganggu.

Menurutnya, keberadaan mobil oksigen memungkinkan layanan menjangkau lokasi masyarakat yang membutuhkan, sehingga warga dapat lebih mudah memperoleh bantuan tanpa harus selalu datang langsung ke fasilitas kesehatan.

"Sejak mulai beroperasi pada 16 Oktober hingga 24 Oktober 2026, layanan Mobil Oksigen Gratis tercatat telah dimanfaatkan sebanyak 289 kali. Angka tersebut menunjukkan pemanfaatan layanan dalam periode awal operasionalnya," katanya, Senin, 26 Oktober 2026.

Riduan menjelaskan, layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat respons kesehatan terhadap dampak karhutla. Selain bantuan oksigen, masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian terhadap berbagai keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan asap.

Jangkauan layanan yang lebih dekat diharapkan membantu warga memperoleh penanganan awal sesuai kebutuhan. Apabila kondisi pasien memerlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, petugas dapat mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.

Dinas Kesehatan juga terus mendorong masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh selama kabut asap masih berdampak pada aktivitas sehari-hari. Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya perlu segera mencari pertolongan medis.

"Melalui operasional Mobil Oksigen Gratis, Pemko Palangka Raya berharap akses bantuan kesehatan bagi masyarakat semakin mudah dijangkau, terutama selama penanganan dampak karhutla masih berlangsung," harapnya. (MARINI/Y)