BORNEONEWS, Sampit - Di usia 74 tahun, seorang nenek asal Kalimantan Selatan harus menjalani hari-harinya seorang diri di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tanpa keluarga maupun kerabat yang mendampingi, perempuan lanjut usia itu kini juga berjuang menghadapi sakit di kediamannya, Jalan Metro Tv, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Tadi saya juga meninjau warga yang tidak mampu. Usianya sudah 74 tahun dan kebetulan beliau juga sakit. Perempuan, berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi sudah tujuh tahun di tempat kita," kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 26 Oktober 2026.
Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi nenek sebatang kara tersebut. Saat itu, Halikinnor meminta petugas puskesmas rutin memantau kondisi kesehatannya sekaligus memastikan pengobatan tetap berjalan.
Ia mengatakan, nenek tersebut tidak memiliki keluarga yang bisa merawat atau mendampinginya. Karena itu, perhatian dari pemerintah dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar kebutuhan sehari-harinya tetap terpenuhi.
"Saya minta orang puskesmas rutin mengobati, memonitor itu dan memberikan perkembangan kesehatannya. Diobati setiap bulan," ujarnya.
Halikinnor juga meminta lurah setempat terus memantau kondisi nenek tersebut, termasuk memastikan perkembangan kesehatannya dilaporkan secara berkala.
Meski hidup seorang diri dan mengalami keterbatasan ekonomi, nenek tersebut telah tercatat sebagai warga Kotim dan menerima bantuan pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH) serta sejumlah bantuan lainnya.
Selain bantuan pemerintah, kebutuhan makan sehari-hari nenek tersebut turut dibantu tetangga di sekitar rumahnya. Kepedulian warga menjadi penopang bagi perempuan lanjut usia itu, yang tidak memiliki keluarga untuk dimintai pertolongan.
Halikinnor mengapresiasi warga yang selama ini membantu, termasuk komunitas Nasi Darurat yang turut memberikan informasi dan terlibat langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah tetangganya juga membantu, setiap hari memberikan makanan. Saya juga terima kasih kepada komunitas Nasi Darurat, banyak sekali membantu informasi, bahkan mereka berbuat langsung membantu warga yang tidak mampu seperti itu," katanya.
Bagi warga lanjut usia yang hidup tanpa keluarga, perhatian tidak cukup hanya melalui bantuan uang atau kebutuhan pokok. Pemantauan kesehatan dan kepedulian lingkungan juga diperlukan, terutama ketika mereka sedang sakit dan tidak memiliki pendamping.
Karena itu, Halikinnor meminta tetangga di sekitar rumah nenek tersebut ikut mengawasi kondisinya. Lurah juga diminta memastikan kebutuhan dasar dan pengobatannya tetap mendapat perhatian.
Ia juga akan membantu secara pribadi untuk memperbaiki rumah yang ditempati nenek tersebut agar kondisinya lebih layak.
"Kita minta tetangga kiri kanan juga ikut mengawasi. Saya instruksikan juga lurah memonitor perkembangan karena dia diobati, kita bantu selalu, termasuk nanti secara swadaya, saya secara pribadi bantu untuk perbaikan rumahnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









