TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Barito Timur bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Dusun Timur turun ke jalan membagikan masker kepada pengguna jalan di Tamiang Layang, Senin, 26 Oktober 2026. Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker berlangsung di Jalan A Yani, tepatnya di depan Gereja Palanungkai, Tamiang Layang. Para pengurus PSI menyasar pengendara dan pengguna jalan yang melintas untuk membantu mereka mendapatkan perlindungan awal dari paparan asap yang menyelimuti wilayah Barito Timur.

Ketua DPD PSI Barito Timur, Kariato, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian partainya terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kabut asap. Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, langkah sederhana itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Walaupun sedikit dan sumbangsih kami tidak begitu besar, kami berharap pembagian masker ini dapat membantu menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk,” ujarnya.

Kariato menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat baik tetap memiliki arti, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Aksi sosial tersebut berlangsung ketika karhutla di Kabupaten Barito Timur masih menunjukkan dampak yang luas. Berdasarkan dashboard Karhutla BPBD Damkar Barito Timur yang diperbarui hingga Minggu, 25 Oktober 2026, tercatat 805 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.234,1 hektare.

Dampak terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius. Dashboard yang sama mencatat sebanyak 3.172 warga terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan 364 warga terdampak diare. Selain itu, terdapat 1.849 titik panas atau hotspot satelit berdasarkan data SiPongi. Titik panas tersebut merupakan indikator pemantauan potensi kebakaran dan tidak serta-merta menunjukkan kejadian kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, Kariato berharap karhutla dan kabut asap yang melanda Barito Timur segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman. Ia juga berharap kepedulian terhadap warga terdampak terus tumbuh dan mendorong semakin banyak pihak untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat.

“Ini ada niat baik dan kepedulian kita terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Mudah-mudahan bencana karhutla dan kabut asap ini segera berlalu sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal,” katanya.

Pembagian masker menjadi salah satu bentuk kontribusi PSI Barito Timur dalam merespons dampak kabut asap. Namun, masyarakat juga perlu melakukan langkah perlindungan lainnya, seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti imbauan instansi terkait mengenai kualitas udara.

Di tengah luasnya lahan yang terbakar dan ribuan warga yang terdampak ISPA, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat agar dampak bencana tidak semakin meluas.

Melalui aksi tersebut, PSI Barito Timur berharap kabut asap segera berlalu dan kondisi lingkungan kembali membaik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terus dibayangi ancaman pencemaran udara. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)