PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Seorang bocah berusia belasan tahun menjadi korban pembegalan oleh pria tak dikenal di kawasan Sungai Sintuk, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.

Pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam sebelum membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik orang tua korban beserta uang tunai jutaan rupiah yang tersimpan di bagasi kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula saat korban mengendarai sepeda motor milik ibunya seorang diri untuk berkeliling Desa Kubu.

Di tengah perjalanan, korban dihentikan seorang pria tak dikenal yang mengaku bernama Aldi. Pria tersebut meminta bantuan korban untuk mengantarkannya menuju portal tiket objek wisata Kubu.

Setibanya di lokasi, pelaku mengaku mengenal orang tua korban. Ia kemudian membujuk korban agar bersedia mengantarkannya menuju kawasan Sungai Sintuk yang berjarak cukup jauh dari Desa Kubu.

Dalam perjalanan, pelaku meminta bertukar posisi dengan korban. Pelaku mengambil alih kemudi sepeda motor, sedangkan korban diminta duduk di belakang.

Sesampainya di kawasan sepi Sungai Sintuk, pelaku tiba-tiba memaksa korban turun dari sepeda motor dan mengancamnya menggunakan senjata tajam.

Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor tersebut dan meninggalkan korban seorang diri di lokasi kejadian.

"Korban kemudian ditinggal seorang diri di lokasi kejadian," kata Inar, salah seorang warga Desa Kubu, Senin, 26 Oktober 2026.

Dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya ditemukan warga yang melintas di sekitar lokasi. Warga tersebut kemudian membantu mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kumai IPDA Kamalul Fahmi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, Unit Reskrim Polsek Kumai telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku.

Meski demikian, hingga saat dikonfirmasi, pihak korban belum membuat laporan polisi secara resmi terkait kejadian tersebut.

"Kejadian memang ada, tetapi korban belum melapor. Meski demikian, Unit Reskrim tetap melakukan penyelidikan," pungkasnya. (DANANG/H)