JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menyatakan Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid meninggal akibat luka tembak yang berasal dari pistol meledak di gudang senjata di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (24/10).

Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Indra Mardianto menegaskan, peristiwa tersebut bukan akibat penembakan oleh sesama anggota TNI, melainkan diduga terjadi karena kelalaian dan ketidaksengajaan.

Indra mengatakan, kamera pengawas atau CCTV merekam kejadian tersebut. Kopassus berencana menyerahkan rekaman itu kepada Polisi Militer (Pom) untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut.

Jenazah Jihad, yang bertugas sebagai Perwira Yon 26 Grup Kopassus, tiba di Sorong, Papua Barat, pada Minggu (25/10) untuk disemayamkan.

SUMBER: ANTARA