BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebuah rumah pribadi di Jalan Pemuda Kilometer 7,5, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, menjadi tempat berlindung bagi 18 kucing terlantar. Rumah yang dikelola Melda Febrianti bersama keluarganya itu menjadi tempat penampungan sementara bagi kucing yang ditemukan di jalan maupun diantarkan warga.
Inisiatif tersebut berawal dari kepedulian keluarga Melda terhadap kucing-kucing yang hidup tanpa pemilik. Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, mereka mulai menampung dan merawat belasan kucing di rumah sendiri, meski fasilitas yang tersedia masih terbatas.
"Kami satu keluarga suka kucing, jadi kasihan sering melihat kucing-kucing terlantar," kata Melda saat diwawancarai pada Senin, 26 Oktober 2026.
Rumah aman hewan itu berada sekitar 150 meter sebelum tempat pembuangan akhir (TPA) di Jalan Pemuda. Kucing-kucing yang ditampung dibiarkan bebas berkeliaran di dalam rumah. Saat siang hari, sebagian di antaranya biasa bermain di kolong rumah. Hingga kini, mereka belum memiliki kandang khusus untuk menampung hewan-hewan tersebut.
Merawat 18 kucing setiap hari membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Melda mengatakan, kebutuhan pakan masih dipenuhi menggunakan uang pribadi keluarga, ditambah bantuan dari sejumlah donatur. Dalam sehari, mereka menghabiskan sekitar satu bungkus makanan kucing berukuran 500 gram.
"Untuk saat ini, makanannya masih pakai uang sendiri dan sebagian diberi donatur," ujarnya.
Selain makanan, rumah aman hewan tersebut juga membutuhkan vitamin, obat-obatan, susu, dan kandang untuk menunjang perawatan. Melda membuka donasi dalam bentuk uang maupun barang. Dana yang terkumpul rencananya digunakan untuk membeli kebutuhan hewan, termasuk pakan dan perlengkapan penampungan.
Kucing-kucing yang berada di rumah itu memiliki latar belakang berbeda. Sebagian ditemukan di jalan, sementara lainnya diantarkan oleh warga. Penampungan tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengadopsi kucing, dengan ketentuan memberikan mahar berupa makanan kucing untuk membantu memenuhi kebutuhan hewan yang masih dirawat.
Meski baru berjalan sekitar satu setengah bulan, rumah aman hewan itu menjadi upaya sederhana untuk memberikan tempat yang lebih aman bagi kucing terlantar. Keterbatasan kandang dan kebutuhan pakan harian menjadi tantangan yang harus dihadapi Melda bersama keluarganya dalam merawat belasan hewan tersebut.
Bagi keluarga Melda, merawat kucing-kucing itu merupakan wujud kepedulian terhadap hewan yang membutuhkan pertolongan. Berawal dari keprihatinan saat melihat kucing terlantar, rumah pribadi mereka kini menjadi tempat singgah bagi 18 kucing yang membutuhkan makanan dan perawatan. (SABRIANOOR/H)









