BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dampak mahalnya harga cabai rawit di seluruh pasar tradisional di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menimbulkan kerugian bagi pedagang kuliner. Apalagi bagi pedagang yang menjual masakan padang.

"Olahan makanan padang rata-rata menggunakan bumbu cabai. Selama harganya mahal kaya gini, kami bisa dibilang rugi," kata Reno, salah seorang pengelola rumah makan Padang di Pangkalan Bun.

Ia harus mengeluarkan uang belanja lebih untuk mencukupi bumbu dapur yang rasanya pedas ini. "Tambahan biaya belanja sudah jelas. Tapi kendalanya, kami tidak bisa menaikkan harga masakan karena bisa saja konsumen beralih ke rumah makan lain," kata dia.

Senada, Yoyo pengusaha rumah makan lainnya juga merasa berat jika harga cabai rawit mahal. Penghasilannya selama harga cabai mahal dia akui menurun. "Biasanya sehari keuntungan bisa sampai Rp300 ribu, sekarang paling Rp100 sampai Rp150 ribu mas," kata dia.

Kini harga cabai rawit di pasar tradisional Rp160 ribu perkilogram. Normalnya, harga cabai rawit ini Rp90 ribu perkilogram. (CECEP HERDI/B-10)