PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Desa Umpang Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merasa terbantu dengan keberadaan perusahaan perkebunan di sekitar wilayah mereka.

"Alhamdulillah dengan adanya perusahaan yang merupakan bagian dari Citra Borneo Indah (CBI) Group yaitu PT Mitra Mendawai Sejati (MMS) yang beroperasi di sekitar desa kita, perekonomian masyarakat bisa tumbuh," kata Kepala Desa Umpang Jamli, kepada Borneonews, Rabu (9/4/2018).

Menurutnya berbagai bantuan yang bisa dirasakan oleh masyarakat di antaranya program integrasi sawit sapi yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

"Bukan hanya itu saja. Melalui dana sharing empat  perusahaan yang berada di sekitar desa, salah satunya adalah PT MMS, masyarakat Desa Umpang bisa mendapatkan sambungan listrik yang disuplai oleh perusahaan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Jamri, keberadaan jalan penghubung masuk desa juga turut dirasakan manfaatnya.

--page

"Dulunya jalan tersebut adalah jalan setapak. Namun setelah tahun 2012 rupanya PT MMS membuka jalan tersebut dari gerbang selamat datang desa kami hingga ke pusat desa," jelas Jamli

Keberadaan jalan sepanjang 5 km dan lebar 8 meter ini tentunya sangat membantu kelancaran arus transportasi.

"Soalnya dulu mobil pengangkut barang kebutuhan pokok dan material bangunan tidak berani melintasi jalan itu, lantaran kondisinya yang rusak," jelas Jamli.

Akibatnya, lanjut Jamri, terpaksa kebutuhan pokok hingga material bangunan disuplai melalui jalur sungai.

"Akibatnya harga barang dulu sangat mahal. Contohnya sebelum jalan tersebut bisa dilintasi, harga semen per sak bisa mencapai Rp200 ribu. Nah setelah jalan tersebut bisa dilintasi paling harga semen plus ongkos kirim hanya Rp90 ribu per sak. Artinya perbedaannya sangat jauh," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)