SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga mematok harga tinggi hingga kawasan bersengketa menjadi kendala pembangunan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang akan dibangun oleh PLN.

Totalnya ada 454 buah SUTT dari Sampit-Pangkalan Bun yang masih belum bisa dibangun.

Marwinsyah, Manager PT PLN UPP Pembangkit dan Jaringan Kalimanan Bagian Tengah 3 mengatakan melalui MoU dengan pihak kejaksaan dengan PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah Unit Pelaksana Proyek Kitring Kalimantan Bagian Tengah 3 diharapkan kasus sengketa tersebut segera kelar, sehingga proyek pembangunan SUTT bisa dilanjutkan.

Menurutnya proyek SUTT itu dilaksanakan sejak 2011 dan rencana selesai 2013. Namum hingga kini belum selesai lantaran terkendala sengketa tanah.

Maka dari itu PLN minta dukungan dengan Kejaksaan Negeri Kotim melalui kerja sama MoU dengan harapan masa sengketa ini bisa selesai pada 2018.

--page

Lanjut Marwinsyah ada beberapa titik yang terkendala. Di antaranya berada di wilayah Kabupaten Seruyan. Di situ warga mematok harga tinggi. Selain itu juga ada titik yang tengah bersengketa.

"Maka dari itu agar kita tetap jalan uang akan kami titipkan di pengadilan," kata Marwinsyah, Rabu (25/4/2018). Prosesnya nanti PLN menyerahkan kepada pihak independen kantor jasa penilaian publik yang melakukan penilaian harga atas objek tanah dan tanam tumbuh.

"Setelah keluar angka maka kita akan sosialisasikan. Uang yang kita titipkan nanti besarannya sesuai dari kantor jasa penialaian publik atau appraisal. Mereka jelas terakreditasi dan punya izin. Jadi melalui mereka itu untuk menentukan besar ganti rugi," tegasnya. (NACO/B-6)