KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Turunnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mempengaruhi terhadap naiknya harga getah karet.

"Nilai rupiah anjlok, itu berpengaruh terhadap harga getah karet yang naik," sebut Ahmadi salah seorang pengepul getah karet di Kasongan, Minggu (20/5/2018).

Menurut Ahmadi, harga karet itu sewaktu waktu juga berubah ubah. Pasalnya, harga getah karet mengikuti harga pasar dunia.

"Kata pihak pabrik sih begitu, dan kadang ada kalanya harga getah karet itu tembus sampai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu ditingkat petani," ujarnya.

Ahmadi mengaku naiknya harga getah karet ini terjadi sejak beberapa hari terakhir seiring nilai mata uang rupiah turun terhadap dolar AS.

--page

"Harga getah karer juga diibaratkan hampir sama dengan harga emas, yaitu mengikuti nilai rupaih terhadap dolar As," katanya.

Ahmadi mengaku sudah sekitar tujuh tahun berprofesi sebagai pengepul getah karet di Kasongan.

Ia mengaku kadang dirinya bisa merugi dan kadang memiliki hasil yang lumayan dari kegiatannya sebagai pengepul getah karet ini.

"Kadang saat harga tinggi kita beli di petani, tapi kemudian saat kita bawa ke pabrik di sana dihargai murah, tapi juga sering kebalikannya," akunya.

Ahmadi mengaku selama ini ia menjual getah karetnya ke pabrik di Km 38 Tangkiling, Palangka Raya.

Namun kadang ia juga menjual ke pabrik yang ada di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. (ABDUL GOFUR/B-5)