Pemerintah Desa Lanpasa Dukung Setop BAB Sembarangan
BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Desa Lanpasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan mendukung upaya untuk mewujudkan desa setempat terbebas dari kebiasaan buang air besar atau BAB…
Tag
BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Desa Lanpasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan mendukung upaya untuk mewujudkan desa setempat terbebas dari kebiasaan buang air besar atau BAB…
Sebanyak 4 desa? di Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan ditargetkan bebas buang air besar atau BAB sembarangan khususnya di sungai dan kebun.
Kabupaten Sukamara belum bisa mencapai target Program Nasianal 100 persen Open Defecation Free (ODF) di tahun 2019, mengingat program yang dijalankan masih terus dilakukan secara bertahap.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara akan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Usulan ini terkait penggunaan jamban terapung di Sungai Jelai.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak BAB sembarangan, Dinas Kesehatan Sukamara akan berupaya lebih gencar melakukan sosialisasi dan pendekatan melalui berbagai kegiatan.
Harjono melanjutkan, agar 100 persen masyarakat akses WC, pihaknya terus melakukan pendekatan dengan melaksanakan berbagai kegiatan seperti sosialiasi.
Desa atau kelurahan di Kabupaten Sukamara yang belum Open Defecation Free (ODF) atau bebas perilaku Buang Air Besar Sembarangan rata-rata berada di pinggir sungai.
Sejumlah masyarakat Murung Raya yang bermukim di bantaran sungai mengatakan, sebenarnya kebiasaan buang air besar (BAB) di sungai ingin ditinggalkan, namun karena kendala kurangnya sumber air atau sarana air bersih membuat mereka masih menggunakan sungai untuk aktivitas tersebut.
Dinas Kesehatan Lamandau mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen masyarakat di kabupaten ini masih terbiasa dengan pola hidup Buang Air Besar (BAB) sembarangan.
Dinas Kesehatan Lamandau mengungkapkan bahwa dari 85 desa dan 3 kelurahan se-kabupaten ini baru ada 18 desa saja yang saat ini masuk pada kategori Desa Bebas BAB Sembarangan.
"Kebiasaan buang air besar di sungai itu selain menyebabkan pencemaran, juga bisa menjadi faktor munculnya berbagai macam penyakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Katingan, Robertus.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Sukamara Arif Rahman Hakim mengatakan, saat ini 75 persen wilayah Sukamara sudah Open Defecation Free (ODF) atau bebas perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara Windu Subagio meminta agar desa yang saat ini belum Open Defecation Free (ODF) bisa dilakukan sosialiasi yang lebih intensif, dalam memberikan pemahaman…
BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara menargetkan pada 2019 mendatang kabupaten ini bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Pada…
BORNEONEWS, Sukamara - Sebanyak 16 desa di Kabupaten Sukamara masih berprilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dan untuk merubah perilaku masyarakat maka perlu dilaksanakannya Program Sanitasi…
BORNEONEWS, Sukamara - Sebanyak 15 desa di Kabupaten Sukamara , Minggu (3/12/2017), mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF). Kegiatan yang dirangkai…
BORNEONEWS, Nanga Bulik - Desa Suka Maju, Kecamatan Bulik Timur telah mendeklarasikan diri sebagai desa Setop BABS. Guna memastikan setiap rumah di desa Suka Maju telah mempunyai WC, petugas dari…
BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Taufiq Mukri mengatakan, saat ini masih banyaknya masyarakat yang buang air besar (BAB) ke sungai. Ini membuat pihaknya…
BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas (Gumas) Rony Karlos mengingatkan masyarakat agar menyukseskan program setop buang air besar sembarangan (SBS). Hal itu supaya kualitas kesehatan…
BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) terus mendorong agar masyarakatnya, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Barito agar perlahan-lahan meninggalkan…