Buaya Panjang Lebih dari 3 Meter Muncul di Tengah Sungai Kapuas Dekat Feri Mawar
Seorang warga Jalan Mawar, Azin, mengatakan ukuran buaya yang terlihat diperkirakan cukup besar. Menurut dia, panjangnya mencapai lebih dari tiga meter.
Tag
Seorang warga Jalan Mawar, Azin, mengatakan ukuran buaya yang terlihat diperkirakan cukup besar. Menurut dia, panjangnya mencapai lebih dari tiga meter.
Buaya berukuran sedang tersebut ditemukan warga ketika mereka sedang melakukan aktivitas merempa atau menjala ikan di kawasan danau yang saat ini mulai mengalami penyurutan air.
tim penyelamat gabungan bersama masyarakat setempat masih terus melakukan penyisiran intensif dengan menggunakan beberapa armada kapal motor di sepanjang aliran Sungai Cantung
Kantor SAR Banjarmasin baru menerima laporan resmi mengenai insiden tersebut pada malam hari, tepatnya pukul 22.12 WITA, dari perwakilan PJKR, Arif Maulana. Berdasarkan laporan awal, peristiwa mencekam itu sebenarnya terjadi sekitar pukul 14.30 WITA ketika korban tengah beraktivitas di sekitar sungai setempat.
"Kami sudah melepas buaya ke Sungai Bengamat. Dari warga dan pak RT, saya minta dilepaskan di sana karena memang itu habitatnya. Lokasinya jauh dari permukiman,"
Warga memilih membiarkan buaya tetap terikat karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, sebagian masyarakat takut buaya tersebut akan balas dendam menyerang jika dilepaskan kembali ke perairan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memasang spanduk imbauan dan peringatan di kawasan bantaran Sungai Tabuk, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Warga bantaran Sungai Tabuk, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat resah setelah kemunculan seekor buaya di sekitar permukiman.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit memasang 10 spanduk berisi imbauan dan peringatan untuk mencegah konflik antara buaya dan manusia di wilayah perairan Sungai Mentaya, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu, 7 Mei 2025.
Viral sebuah video warga Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong seekor buaya besar di atas gerobak, Jumat, 2 Mei 2025.
BORNEONEWS, Sampit – Warga Desa Palangan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diresahkan dengan kemunculan buaya di sekitar kandang ternak babi yang berada di atas Sungai…
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang diketahui sebagai habitat buaya.
Kadarwirato, warga Jalan Basuki Rahmat Kota Palu tewas diterkam buaya saat berenang di Pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kamis sekitar pukul 07:00 WITA.
"Tarik tarik! Dapat buaya 2 meter hidup ja. Hidup ja. Dapat buaya di Ujung Pandaran. Matanya bepejam, pura-pura mati,"
Buaya kembali memakan korban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, menjadi korban serangan buaya saat hendak mencuci kaki di sungai.
Untuk mencegah konflik dengan satwa liar, BKSDA akan terus memantau situasi di lokasi tersebut. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kemunculan buaya.
Seekor buaya berukuran besar yang menyerang warga di Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berhasil ditangkap.
Seorang warga Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga disambar buaya, Senin, 21 Oktober 2024, sekitar pukul 21.30 WIB.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menerima penyerahan seekor buaya muara yang sempat berkeliaran di permukiman warga di Jalan Pandawa 5, Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Seekor buaya tertangkap warga di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat, 20 September 2024.