Katingan Waspada Penyakit DBD
Kabupaten Katingan mewaspadai kemungkinan munculnya penyakit demam berdarah dengue atau DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegepty pada musim banjir kali ini.
Tag
Kabupaten Katingan mewaspadai kemungkinan munculnya penyakit demam berdarah dengue atau DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegepty pada musim banjir kali ini.
Genangan air dan banjir terjadi di banyak tempat saat musim hujan. Bukan hanya mengganggu kenyamanan dan kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Salah satunya adalah timbulnya penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyakit ?Demam Berdarah Dengue atau DBD.
Di masa pancaroba ini ditemukan dua kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pulang Pisau, oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menghimbau kepada masyarakat supaya menerapkan pola 3M. Yakni menguras bak air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas seperti kaleng dan lainnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan?merilis data bahwa sejak Januari hingga Mei 2022, terdapat 8 kasus Demam Berdarah Dengue?atau DBD di wilayah setempat.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Puskesmas Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah mengalami peningkatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas melakukan peningkatan.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau mendapat perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau.
Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H Rudianur meminta agar pemerintah daerah tidak hanya mewaspadai virus Corona saja, namum demam berdarah juga perlu diantisipasi.?
Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diminta agar terus waspada. Karena, hingga saat ini sudah ditemukan 5 kasus demam berdarah dengue (DBD), di beberapa titik di daerah ini.?
Jangan sampai banyak tumpukan sampah atau tempat genangan air. Karena sangat rawan menjadi sarang nyamuk. Begitu juga dengan warga agar agar selalu gotong royong bersihkan lingkungannya
Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Lily Rusnikasi meminta Dinas Kesehatan kabupaten setempat agar mengantisipasi ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Achmad Rois mengatakan sebenarnya tidak hanya Covid-19 dan soal vaksinasi saja yang diurusi, namun soal keluhan penanganan penyakit lainya juga tetap diperhatikan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), akan membagikan bubuk Abate sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air guna mencegah bertelurnya nyamuk DBD.
Perubahan musim secara signifikan, biasa disebut dengan musim Pancaroba. Menjadi suatu hal yang patut dikhawatirkan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, dan Muntaber, itu bisa terjadi apabila kita tidak mempersiapkan diri dengan pola hidup sehat seperti 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur).
Pada musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim panas seperti saat ini, menjadi rawan terjadinya penyakit menular, termasuk penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sebagai upaya untuk mencegah dan memberantas nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas dilakukan pengasapan atau fogging.
Penderita DBD terbanyak merupakan usia balita dan anak, sehingga?dengan tidak adanya belajar tatap muka
Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap penyakit DBD, karena di musim hujan dan panas seperti ini, serangan nyamuk rawan terjadi
Politisi Partai Gerindra ini menyarankan agar masyarakat lebih berfokus pada pencegahan sebelum benar-benar terjangkit