ASN Pemko Palangka Raya Galang Dana Tangani Stunting Hingga Gizi Buruk
ASN dan tenaga honorer yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya bergandengan tangan dalam sebuah penggalangan dana dengan tujuan mulia.
Tag
ASN dan tenaga honorer yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya bergandengan tangan dalam sebuah penggalangan dana dengan tujuan mulia.
Kapolres Barito Timur AKBP Viddy Dasmasela? didampingi Kapolsek Dusun Timur dan KBO Kasatlantas Polres Barito Timur mengunjungi rumah duka anak yang diisukan meninggal akibat gizi buruk di Desa di RT 02 Desa Matarah, Rabu, 30 November 2020.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya maksimal untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta menurunkan angka?gizi buruk hingga stunting.
Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Hj Marianie menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menangani secara maksimal kasus gizi buruk dan stunting.
Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H Ramli meminta pemkab melakukan kajian terhadap penyebab masih terjadinya gizi buruk khususnya di Kecamatan Teluk Sampit.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng) Fery Iriawan menjelaskan beberapa penyebab utama gizi buruk pada anak.
Kasus balita gizi buruk mengalami peningkatan cukup signifikan dalam 3 tahun terakhir
Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) memperkirakan dampak pandemi COVID-19 terhadap kasus kurang gizi di Indonesia cukup besar, membuat penanganan juga harus memperhatikan aspek ini. Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Debora Comini, pernah mengatakan sebelum terjadi pandemi, ada sekitar 2 juta anak menderita?gizi buruk?dan lebih dari 7 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting di Indonesia.
Pernikahan dini telah menyebabkan seorang balita di Kabupaten Murung Raya (Mura), bernama Fitria Aziza, menderitb gizi buruk. Kondisi balita berusia 2 tahun itupun sangat mengkhawatirkan.
Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai salah satu daerah yang menjadi prioritas penanganan stunting. Hal tersebut menjadi perhatian semua pemangku kebijakan di daerah ini.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menunjukan selama tiga tahun terakhir angka gizi buruk anak-anak di Kalimantan Terngah terus mengalami penurunan.
Kasus balita dengan kondisi gizi buruk termasuk dalam sekian banyak poin yang tertuang dalam rancangan peraturan daerah (perda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palangka Raya 2018-2023.
Pada tahun-tahun sebelumnya masih ada laporan anak-anak yang mengalami kurang gizi di beberapa desa.
Memasak sayur terlalu matang dan makanan yang dibuat pagi tetapi disajikan pada saat siang hari juga bisa menyebabkan gizi buruk.
Persentase Balita Gizi Buruk di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih meningkat.
Kondisi kesehatan Wahyu, pasien kelaian gizi semakin membaik setelah dirawat di RSUD dr Murjani Sampit.
Wahyu, seorang remaja asal Pembuang Hulu, Kabupaten Seruyan hanya bisa tergolek lemas di atas kasur ruang rawat inap RSUD dr Murjani Sampit, Minggu (6/5/2018). Di usianya yang sudah menginjak 16 tahun itu, berat badannya terbilang tidak normal, hanya 20 kilogram (kg).
Pentingnya motivasi orangtua untuk sadar kegiatan Posyandu di masyarakat sehingga bisa mencegah gizi buruk pada anak mereka.
Punggung dan kaki penderita gizi buruk terlihat padat, wajahnya bulat tetapi terlihat sendu dan sembab seperti tidak sehat.
Problema gizi buruk dan stunting, makin menjadi problem, kKarena Posyandu yang aktif di Kalteng cuma 40%.