PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Persentase Balita Gizi Buruk di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih meningkat. 

Demikian hasil evaluasi realisasi kinerja pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Yuren S Bahat mengemukakan beberapa hal terkat capaian ini.

“Ada beberapa yang sudah memenuhi target tetapi ada beberapa target dan capaian yang ternyata masih harus digenjot lebih keras,” katanya, Rabu (16/5/2018).

Indikator pembangunan kesehatan misalnya, persentase Balita Gizi Buruk masih meningkat.  Kondisi kinerja pada awal Periode RPJMD di 2015, presentasenya 19,6 persen saja. Namun pada tahun berikutnya, capaian penurunan juga belum sesuai target yang diharapkan.

Presentase balita gizi buruk pada 2016 ditargetkan berada di angka 17,1 persen, tapi tidak tidak memenuhi harapan karena capaiannya adalah 24,7 persen.

--page

Kemudian kinerja 2017 kembali upaya menekan agar turun menjadi 16,8 persen, tetapi yang terjadi capaiannya masih 23,6 persen. Artinya, kalau dlihat dari capaian, terjadi penurunan dari 24,7 persen (2016) menjadi 23,6 persen (2017).

Indikator lainnya di bidang kesehatan, lanjut Yuren, adalah angka kelangsungan hidup bayi yang pada 2016 ditargetkan 911,25 dengan capaian 975. Kemudian pada 2017, targetnya adalah 929, capaiannya cukup memuaskan yaitu 994 bayi perseribu kelahiran.

Sedangkan untuk Usia Harapan Hidup masyarakat Kalteng, target tahun 2016 adalah 70,25 tahun, namun angka capaian pada tahun itu 69,53 tahun. Lalu pada 2017,  target adalah 70,50 tahun tetapi capaian tidak berubah dari 2016 yaitu 69,53 tahun.  (ROZIQIN/B-5)