Titik Panas Kembali Terdeteksi di Telaga Antang
Titik panas diduga kebakaran hutan dan lahan muncul lagi di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Titik panas tersebut terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang.
Tag
Titik panas diduga kebakaran hutan dan lahan muncul lagi di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Titik panas tersebut terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang.
Setelah beberapa hari mengalami peningkatan, jumlah titik panas di Kotawaringin Timur, akhirnya benar-benar menurun. Kemarin, 28 Oktober 2021, titik panas hanya terdeteksi 1 yakni di Kecamatan Bukit Santuai.
Titik panas yang terindikasi sebagai kebakaran hutan dan lahan masih ada di Kotawaringin Timur. Satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada 1 titik panas di kabupaten itu yakni di Kecamatan Antang Kalang.
Dari Januari hingga Oktober 2021, sebanyak 260 hotspot atau titik api terpantau di Barito Selatan.
Plt Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Erlin Hardi mengatakan, saat ini, ada 41 titik hotspot terpantau di wilayah Kalteng.
Kemunculan titik panas diduga aktivitas pembakaran lahan kembali terjadi di Kotawaringin Timur. Bahkan jumlahnya terus bertambah seiring dengan berkurangnya curah hujan beberapa hari belakangan ini.
Titik panas diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan mulai terdeteksi di Kotawaringin Timur dan sekitarnya. Padahal beberapa hari hujan mulai jarang turun.?
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk memaksimalkan pengawasan hotspot atau titik panas pada wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi mengungkapkan, hingga hari ini hotspot atau titik panas di Barito Timur masih nihil.
Babinsa Koramil 1015-10/Kotabesi bersama pihak terkait lainnya melaksanakan kegiatan penelusuran Hotspot yang berlokasi di Desa Sumber Makmur yang terletak pada koordinat? - 2.3625 . 112.4672, - 2.3619 . 112.4712 dan 2.3590 . 112.4667 dengan Jarak tempuh dari Posramil 6 kilometer.
Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai ada tiga wilayah dengan rekam jejak kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) cukup tinggi.
Aparat Polres Sukamara terus memantau titik hotspot di wilayah rawan kebakaran untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Kasus kebakarana hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih terjadi. Tercatat sejak Januari - Agustus 2020, ditemukan lebih dari 60 Hotspot, dan semua telah tertangani dengan baik.
Sebanyak 158 titik panas terpantau di Kabupaten Sukamara. Itu disampaikan Kapolres Sukamara, AKBP I Gede Putu Dedy Ujiana pada?Senin, 10 Agustus 2020.
Sebanyak 28 hotspot terpantau di Barito Selatan, namun masih konfiden atau titik panasnya rendah di bawah 60.?
BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah Darliansyah mengatakan saat ini titik api sudah mulai terlihat…
Sekitar pukul 10.30 WIB titik api berhasil dipadamkan karena disertai turun hujan. Selama pemadaman berlangsung tidak ada kendala
Danramil 1016-04 Tumbang Talaken Kapten Inf Slamet Dyannur mengimbau masyarakat yang ingin bertani agar tidak melakukan pembakaran lahan
Anggota polsek, Bhabinkamtibmas, Kormail dan dan perangkat desa telah bekerja cepat dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan
Danramil menegaskan akan menindak tegas bagi setiap warga yang membakar hutan dan lahan dengan sengaja