Banyaknya Hotspou di Seruyan Jadi Perhatian Kapolres
Banyaknya titik panas atau hotspov di wilayah Kabupaten Seruyan menjadi fokus perhatian Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro.
Tag
Banyaknya titik panas atau hotspov di wilayah Kabupaten Seruyan menjadi fokus perhatian Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro.
Meski jumlah hospot tidak terlalu banyak, namun jajaran Polres Sukamara tetap melakukan upaya pemadaman, sehingga kebakaran tidak meluas
Titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah menurun drastis. Hal ini tidak lepas dari hujan deras yang melanda sejumlah kabupaten pada Minggu dan Senin, 6-7 Oktober 2019.
Personel Polsek Kapuas Hulu bersama personel Koramil setempat mengecek langsung lokasi munculnya hotspot atau titik panas di RT 01 Desa Supang, yang terpantau dari satelit untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.
Hotspot atau titik panas di Kabupaten Pulang Pisau berkurang setelah wilayah ini diguyur hujan dan pemadaman yang dilakukan petugas pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Ini sebagai bentuk upaya untuk memastikan bahwa hotspot benar-benar kebakaran atau bukan. Andai itu kebakaran, maka bisa secepatnya dilakukan penanganan pemadaman
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) kebakaran hutan dan lahan Kalimantan Tengah menunjukan, selama 24 jam terakhir Kabupaten Pulang Pisau banyak terpantau hostpot.
Karhutla tahun ini cukup parah dari tahun sebelumnya. Kondisi ini disebabkan angin yang bertiup cukup kencang dan faktor lainnya
Hostpot atau titik panas di Kabupaten Katingan sejauh ini paling banyak berada di Kecamatan Mendawai.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah mengatakan hari ini terpantau 225 titik hotspot atau titik panas.
BPBD juga telah mendirikan beberapa posko dibeberapa kecamatan selain posko induk sehingga penanggulangan bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) segera teratasi
Hotspot atau titik panas di Murung Raya (Mura) semakin meningkat sejak per 1 Januari 2019 hingga per 31 Agustus 2019 lalu dengan jumlah 35 titik hotspot.
Dalam mengatasi Karhutla di Kotawaringin Barat dibantu dengan menggunkan dua unit helikopter Water Bombing, dan berhasil mengurangi titik api atau hotspot di wilayah ini.
Dalam patroli ini pihaknya juga memantau daerah rawan terjadinya kebakaran dengan harapan upaya pencegahan yang dilakukan bisa mengurangi kebakaran yang terjadi
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) kebakaran hutan dan lahan Kalimantan Tengah menunjukkan selama 24 jam terakhir Kabupaten Kotim paling terpantau hotspot.
Sebanyak 72 hotspot atau titik api terpantau di Kabupaten Sukamara pada hari ini, Jumat, 6 September 2019. Hal tersebut disampaikan dalam rapat yang digelar hari dalam peningkatan status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin oleh Sekda Sutrisno.
Penyumbang titik api terbanyak di kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan
Sebanyak 22 hotspot atau titik panas terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Kamis siang, 22 Agustus 2019.
Berdasarkan data yang diperoleh Koramil 1014-02 Kumai, hingga saat ini diperkirakan sekitar 10 hotspot penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditemukan di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah mencatat ada 219 titik panas atau hot spot sampai pertengahan Juli 2019.