Petani di Katingan Keluhkan Harga Karet Anjlok
Petani atau pemilik kebun karet di Kasongan Kabupaten Katingan mengeluhkan harga karet yang terus anjlok.
Tag
Petani atau pemilik kebun karet di Kasongan Kabupaten Katingan mengeluhkan harga karet yang terus anjlok.
Warga Desa Patung Kecamatan Paku meminta bantuan bibit karet kepada Pemerintah Daerah Barito Timur. Permintaan itu disampaikan Kardi, yang merupakan anggota kelompok tani Tawian Leo Desa Patung, melalui anggota DPRD Barito Timur Rida Heriyani saat kunjungan reses di Desa Patung, Sabtu, 21 Desember 2
Warga Benangin harapkan adanya peningkatan harga karet ini, sebab pertanian karet ini masih menjadi salah satu sektor andalan masyarakat.
Datu (36), warga Desa Jaar RT 03 Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur sukses mengolah getah karet menjadi umpan tiruan (lure) menjadi barang ekonomis dan lebih bernilai.
Pemkab Gunung Mas melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah menggelar Focus Group Discussion atau FDG Roadmap Pengembangan Rantai Bisnis Karet, di aula BP3D setempat, Senin, 30 September 2019.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotawaringin Timur, Parimus meminta pemkab agar memiliki terobosan untuk 3 komoditas andalan masyarakat. Yakni karet, rotan dan kelapa sawit.
Dalam upaya meningkatkan pendapatan para petani karet dan sekaligus merealisasikan program ekonomi kerakyatan sesuai visi dan misi kepala daerah, Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas berjanji akan memaksimalkan koperasi karet yang ada di daerah ini.
Cara ini menurutnya untuk mengantisipasi adanya oknum nakal yang membuat petani hasil petani menjadi berkurang dengan dalih meraih keuntungan
Sudah bertahun-tahun ini harga komoditas andalan masyarakat tidak pernah stabil. Jika harga itu membaik tidak akan bertahan lama
Ary Dewar mengatakan, saat ini harga yang mulai menunjukkan ideal hanya rotan. Yakni di angka Rp 350 ribu per kwintalnya.
Harga tersebut masih relatif sama dibandingkan pada awal 2018 yang berkisar Rp5.500 hingga Rp6 ribu per kilo gram
Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur menyatakan saat ini masyarakat masih menunggu gerakan dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan harga karet dan rotan.
Intensitas curah hujan sepanjang Oktober 2018 ini terjadi mengakibatkan penghasilan petani getah karet di Kabupaten Barito Timur menjadi berkurang.
Harga karet dan rotan diprediksi akan membaik, sehingga petani tidak perlu mengganti tanaman tersebut dengan tanaman lainnya
Harga karet saat ini naik menjadi Rp6,500 per kilo gram
Naiknya harga karet ini membuat petani bergairah lagi untuk menyadap getah
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) M Taufiq Mukri meminta masyarakat tidak meninggalkan potensi tanaman lokal seperti karet, kelapa, dan rotan.
Walaupun sekarang harga karet masih murah, minat masyarakat menanam karet masih tinggi
Harga yang masih murah menjadi penyebab petani enggan menyadap karetnya.
BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menyarankan dinas perindustrian dan perdagangan melakukan tera ulang milik pengepul karet dan rotan. Karena menurut politisi…