Begini Situasi Karhutla di Sabangau Setelah Sempat Diguyur Hujan
Hujam membantu memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Kecamatan Sabangau
Tag
Hujam membantu memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Kecamatan Sabangau
Saat ini wilayah Gunung Mas terjadi kekeringan akibat musim kemarau
Berdasarkan melakukan pemantauan kualitas udara dari DLH dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yaitu masih di bawah 100, yang artinya kualitas udara sendiri masih bagus.
Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menyayangkan masih minimnya kesadaran warga kota dalam menjaga lahan mereka sehingga banyaknya kebakaran lahan akibat kesengajaan masyarakat.
Tidak adanya hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat titik api kembali muncul hingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah Kapuas yang sulit dijangkau satgas darat, sehingga untuk mengatasinya kembali dilakukan water bombing.
Di wilayah Selatan Kotim ada 44 hostpot. Dengan rincian, Kecamatan Teluk Sampit sebanyak 40 titik, Mentaya Hilir Selatan 3 titik, dan 1 titik di Kecamatan Pulau Hanaut. Sementara 14 titik lainnya berada di wilayah tengah Kotim.
Ia berharap kepada warga yang akan membuka pekarangan atau lahan untuk usaha pertanian diimbau tidak dengan cara bakar dalam pembersihan lahan tersebut.
Kebakaran lahan skala kecil terjadi di beberapa tempat. Misalnya di Desa Hampangen Kecamatan Tasik Payawan dan Kasongan Kecamatan Katingan Hilir. Lalu ada di wilayah Kecamatan Tasik Payawan dan Kecamatan Pulau Malan.
Ipda Hamdan Samudro melanjutkan karirnya ke wilayah hukum Polres Katingan sebagai PS Kapolsek Tewang Sangalang Garing.
Tambahan lima armada ini untuk memperkuat petugas BPBD Kobar dalam melaksanakan pencegahan Karhutla dan musibah kebakaran lainnya
Dinas Kesehatan Pulang Pisau melakukan langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kabut asap yang masih cukup tebal, khusunya untuk wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau sangat meresahkan masyarkat.
Kunjungan kerja ini untuk melihat kesiapan BPBD dalam menanggulangi bencana Karhutla di Kota Palangka Raya
Aparat Polres Palangka Raya telah menangkap plus menetapkan 7 orang sebagai tersangka pembakaran lahan.
Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengkaji jam mulai masuk sekolah, seiring perkembangan terakhir bencana kabut asap yang kian parah.
Tiga pelaku pembakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut Km 42, Palangka Raya terancam 12 tahun penjara.
Bupati Katingan Sakariyas meminta BPBD segera memadamkan kebakaran lahan di tepi jalan trans Kalimantan dari Bukit Batu dan Desa Hampangen menuju Kota Palangka Raya.
Pemerintah tak henti-hentinya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Tanah yang terbakar tersebut milik warga. Sudah ada sebagian yang dibersihkan dan ditanami sayuran. Diduga kuat lahan tersebut sengaja dibakar. Namun belum diketahui dilakukan pemiliknya, atau orang lain.