Perkumpulan Pemuda Kristen Bagikan Masker Gratis di Palangka Raya
Aksi sosial itu melibatkan sekitar 50 orang anak muda dari seluruh gereja di Kota Palangka Raya, yang dimotori Komisi Pelayanan Pemuda Remaja (KPPR) Palangka Raya.
Tag
Aksi sosial itu melibatkan sekitar 50 orang anak muda dari seluruh gereja di Kota Palangka Raya, yang dimotori Komisi Pelayanan Pemuda Remaja (KPPR) Palangka Raya.
Mereka sengaja membakar dengan alasan disuruh oleh si pemilik lahan. Untuk saat ini, status ketiganya sudah tersangka.
Kondisi itu membuat pihak tim Satgas Karhutla kembali turun dan berupaya melakukan pemadaman pada lokasi kebakaran lahan.
Kabut asap titpis mulai selimuti sebagian wilayah Buntok ibu kota Kabupaten Barito Selatan dan sekitarnya sejak tiga hari terakhir.
Cara ini dilakukan terus menerus selama sekitar satu jam agar para pengendara mengetahui adanya larangan membakar hutan dan lahan
Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Kota Palangka Raya, Ikhwansyah mengimbau agar warga Kota Cantik tidak menambah masalah kota ini dengan membakar lahan ataupun pekarangan.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kaffeno Nahan mengatakan bahwa kabut asap diduga merupakan kiriman dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendengarkan sekaligus melihat sulitnya Tim Pemadam Kebakaran memadamkan hutan yang terbakar di wilayah Kelurahan Kalampangan.
Wali Kota melihat lahan di Kalampangan yang terbakar. Fairid juga ditemani para pejabat
Kondisi udara di Palangka Raya pada posisi PM10 tadi siang di atas 150 atau sudah tidak sehat
Kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya, Senin (1/10/2018). Napas mulai terasa sesak menghirup udara pagi, siang hingga sore hari.
Pasokan sayur dipastikan cukup meski dibeberapa daerah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah
Warga Kabupaten Katingan mulai terserang penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Ini seiring terjadinya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di kabupten pemekaran dari Kabupaten Kotim sejak sepekan terakhir.
Rinciannya, pada tanggal 22 Oktober ada 16 titik panas, 23 Oktober ada 12 titik, 24 Oktober ada 2 titik, 25 Oktober ada 35 titik, pada 26 Oktober ada 4 titik, dan tanggal 27 ada 58 titik. Sementara hari ini sudah ada 55 titik terpantau hingga sore.
Titik tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kotim. Mulai dari wilayah utara, tengah, hingga selatan. Ada yang 100%, dan 50%. Sehingga kemungkinan besar di titik tersebut terjadi kebakaran lahan.
Dengan jarak pandang 100 meter, pandangan masyarakat belum terlalu terganggu. Namun tetap harus berhati-hati, dan tentunya lampu kendaraan harus dihidupkan agar bisa terlihat oleh pengendara lainnya.
Tidak ada hujan dalam beberapa hari terakhir ini membuat sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kebakaran lahan. Hal itu ternyata bersampak langsung dengan terjadinya kabut asap di Sampit seperti yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) pagi ini.
Api yang membakar lahan milik warga ini dipastikan sudah padam
Dalam hal pencegahan, BPBD Kota Palangka Raya lebih mengedepankan sosialisasi yang disampaikan secara langsung. Seperti yang berlangsung di Kecamatan Pahandut, Kamis (27/9/2018)/
Dengan sosialisasi ini diharapkan kasus Karhutla di Palangka Raya bisa diminimalisasi