Korban Dititipkan Berbulan-bulan, Polisi Ungkap Latar Belakang Dugaan Kekerasan Anak di Kapuas
Saat itu korban hanya akan dititipkan selama dua bulan. Namun hingga Juni 2026 korban belum dijemput kembali.
Tag
Saat itu korban hanya akan dititipkan selama dua bulan. Namun hingga Juni 2026 korban belum dijemput kembali.
Kepolisian Resor?Seruyan menggelar kegiatan penyuluhan hukum tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan, pencegahan perkawinan usia anak dan kekerasan terhadap anak harus digalakkan terus menerus.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng memberikan bimtek pencegahan dan penanganan kekerasan satuan pendidikan SMA.
Psikolog klinis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Indria Laksmi Gamayanti menyebut para pelaku kekerasan anak cenderung memiliki gangguan kesehatan mental.
UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinat?Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APP-KB) Kabupaten Kapuat?mengahadiri kegiatan pertemuan guru-guru sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kapuas Hilir.
Bupati Lamandau terus kampanyekan anti kekerasan terhadap anak. Menurutnya,?anak?merupakan?amanah dan anugerah tuhan yang maha esa, dimana keberadaan mereka senantiasa harus selalu dikasihi, diasuh?dan?dijaga.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Lamandau, Rusdianti Hendra Lesmana mengajak seluruh elemen masyarakat dan stake holder di daerah setempat untuk turut serta melakukan pencegahan tindak kekerasan terhadap anak.
Kekerasan pada anak di Indonesia masih banyak terjadi begitu pula di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah.?
Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Bidang Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)?Rohika Kurniadi Sari mengatakan dua dari 10 anak laki-laki dan tiga dari 10 anak perempuan masih mengalami kekerasan dalam bentuk apapun dalam 12 bulan terakhir.
Kasus kekerasan anak di Kota Palangka Raya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBP3APM) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan?melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ellya Ulfa?mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir, laporan kasus kekerasan terhadap anak di kota setempat mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Ketua Komisi C DPRD Palangka Raya, M Hasan Busyairi menegaskan agar jangan ada kekerasan yang terjadi di sekolah, terutama di Kota Palangka Raya.
Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson meminta agar kasus kekerasan pada anak dan perempuan jangan lagi terjadi di Kabupaten Kotim.
Sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kian meningkat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,?sehingga ada perlindungan khusus bagi anak - anak di Kobar.
Seorang pria berumur (27) warga Jakarta yang berdomisili di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan berlinang air mata saat Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah menanyakan dirinya? tega menganiaya anaknya sendiri yang masih bayi umur 7 bulan.
Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti menyatakan komitmennya berkaitan dengan penanganan kasus kekerasan terhadap anak, maupun pencegahan dengan melaksanakan sosialisasi.
Mereka diamankan Kamis 5 Desember 2019, karena menganiaya 3 pemuda yang berusia 14 tahun, 15 tahun, dan 17 tahun
Wakil Ketua Sementara DPRD Kotawaringin Timur, Hj Darmawati mengutuk keras pelaku kejahatan kepada perempuan dan anak di Kabupaten Kotim.
Warga Kotawaringin Barat dinilai masih banyak belum mau melaporkan kasus kekerasan terhadap anak.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin berharap agar kasus perundungan dan penganiayaan terhadap pelajar tidak terjadi di Kota Palangka Raya.