Sering Terjadi Karhutla, Waspada Kualitas Udara di Palangka Raya Memburuk
Akhir - akhir ini Kota Palangka Raya cukup sering terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), mulai lima kali sehari bahkan hingga 10 kali sehari kejadiannya.
Tag
Akhir - akhir ini Kota Palangka Raya cukup sering terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), mulai lima kali sehari bahkan hingga 10 kali sehari kejadiannya.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan kualitas udara di kota setempat dalam kategori baik, meski sedang marak kebakaran hutan dan lahan atau…
Kualitas udara di Jakarta kembali menduduki posisi pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia pada Minggu (13/8) pagi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan KLHK juga melakukan pemantauan atas indeks pencemaran air hingga Indeks kualitas tutupan lahan (IKTL). Tiga komponen itu dipadukan dalam hasil penilaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
?Statistik telah menunjukkan bukti adanya manipulasi data pemantauan?kualitas udara?di Cina. Ini terungkap ketika data itu dibandingkan dengan data dari hasil pengukuran di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di kota yang sama.
TEMPO.CO , Jakarta - Berdasarkan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan virus Covid-19 melalui udara atau airbone dapat terjadi pada ruangan tertutup yang berventilasi kurang baik dan…
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)?mengajak masyarakat menjaga alat pantau kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Wabah?virus corona?memunculkan imbauan untuk tetap tinggal di rumah. Namun ada yang perlu diperhatikan selama di rumah saja.
DKI Jakarta kembali menempati peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Jumat pagi, 4 Oktober 2019. Peringkat kualitas udara Jakarta ini naik dari hari sebelumnya di peringkat keempat.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengembalikan aturan jam kerja pegawai negeri sipil dan kontrak seperti semula karena kualitas udara membaik.
Dari pantauan BMKG, kualitas udara di Sampit pada pukul 10.00 WIB, berada pada 39,371 mikrogram, dengan kategori baik. Bahkan saat ini, beberapa daerah di Sampit kembali hujan, walaupun hanya intensitas rendah
Kualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini masuk dalam kategori buruk dengan titik tertinggi 797,113 mikrogram. Penyebabnya tidak lain ialah kabut asap akibat karhutla.
Kualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin memburuk akibat kian pekatnya kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra menyebutkan kualitas udara di Sampit saat ini masuk kategori berbahaya. Hal itu terjadi karena dampak kabut asap dan debu kebakaran lahan sejak beberapa waktu terakhir.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah mengakui saat ini kualitas udara Kota Palangka Raya sudah masuk kategori sangat berbahaya.
Angka Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU Palangka Raya saat ini berada di kisaran angka 122. Angka ini menunjukan kondisi tidak sehat
Kualitas udara di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini telah memasuki kategori sangat tidak sehat lantaran diselimuti kabut asap tebal yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Katingan, Hap Bapperdo mengimbau kepada masyarakat di Bumi Penyang Hinje Simpei agar memakai masker saat ke luar rumah.
Indeks standar pencemaran udara atau ISPU di Kota Kasongan Kabupaten Katingan saat ini dinilai sudah mendekati kategori tidak sehat.
Kualitas udara di tengah kemunculan kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat dinyatakan masih aman. Hal itu berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.