Titi Wati Siap Ditimbang Lagi
Kini Titi Wati mengukur berat badan untuk ketiga kalinya, di bulan April ini. Pada penimbangan pertama lalu, berat Titi berkurang sebanyak 9 Kg.
Tag
Kini Titi Wati mengukur berat badan untuk ketiga kalinya, di bulan April ini. Pada penimbangan pertama lalu, berat Titi berkurang sebanyak 9 Kg.
Salah satu upayanya yakni dengan memberikan motivasi, memantau perkembangan dan berharap Titi Wati mengonsumsi makanan yang dianjurkan
Hasilnya, berat badan Titi Wati kini 207 atau turun 4 kilogram dibanding hasil timbangan pertama atau sebulan pascaoperasi. Sebelum dioperasi, Titi Wati memiliki berat badan 220 kilogram.
Penimbangan berat badan yang kedua itu dilakukan di tempat tinggalnya, Jalan G Obos XXV, Palangka Raya, Jumat (15/3/2019). Tim dari Tagana turun untuk membantu.
Dalam proses penimbangan ini, tim dokter dari RSUD Doris Sylvanus kembali melibatkan tim tagana yang berjumlah puluhan orang untuk membantu proses pengangkatan Titi Wati.
"Saya ingin sekolah kalau ibu sudah bisa duduk dan berjalan dengan normal," kata Herlina, anak Titi Wati, saat ditemui di kediamannya, Rabu (6/2/2019).
Theodorus menjelaskan, tidak lancarnya BAB tersebut bukanlah hal yang mengkhawatirkan.
Saat ditanya alasan tidak bisa BAB, ia mengaku karena beberapa hari terakhir pola makannya sangat berbeda dari biasanya.
Ada perawat atau dokter yang rutin setiap minggu datang ke rumah ke rumah Titi Wati untuk melakukan pengecekan.
Titi Wati, wanita terberat di Kalteng ini setelah operasi mengaku sudah bisa mulai berdiri meskipun belum bisa normal.
Belum lama ini Titi Wati bersama anggota keluarga dijanjikan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran memberikan sejumlah uang senilai Rp200 juta.
Titi Wati dulunya suka ngemil. Menu favoritnya adalah gorengan, ditambah lagi minum es sirup dalam jumlah banyak.
Titi Wati pun berkomitmen untuk serius menjalani diet yang sudah dijalaninya dalam sepekan terakhir pascaoperasi. Dia berjanji tidak akan tergoda malànan yang dulu membuat tubuhnya membesar.
Setelah program home visit ini sukses dilaksanakan dan Titi Wati sudah mencapai target berat idealnya, RSUD Doris Sylvanus akan melakukan langkah selanjutnya yakni operasi lanjutan terhadap Titi Wat. (AGUS
"Program ini akan kita lakukan secara kontinyu guna tercapainya target yang sudah direncanakan sebelumnya. Yakni berat badan turun 15 - 20 kilogram per bulanL jelas I Gede Koko.
Titi Wati dievakuasi oleh RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya menuju kediamannya di Jalan G Obos XXV, Senin (21/1/2019) sore.
Pasca menjalani operasi Bariatrik, Titi Wati menjalani proses diet yang cukup ketat untuk mengatur pola makan dan asupan gizi yang masuk dalam tubuhnya.
Latihan otot dilakukan untuk membiasakan otot Titi Wati tidak kaku karena telah lama tidak digerakkan
Keluarga Titi Wati diharapkan mampu mempersiapkan diet yang akan dijalani oleh Titi Wati di rumah nantinya