Mulai Kenalkan Pentingnya Pancasila ke Anak Usia Dini
Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya, Wahid Yusuf mengatakan bahwa penting bagi para orang tua, guru, dan penyelenggara pemerintahan wajib untuk mengenalkan Pancasila kepada anak usia dini.
Tag
Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya, Wahid Yusuf mengatakan bahwa penting bagi para orang tua, guru, dan penyelenggara pemerintahan wajib untuk mengenalkan Pancasila kepada anak usia dini.
Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya, Wahid Yusuf mengatakan bahwa peranan Pancasila dalam menciptakan tatanan kenegaraan yang lebih baik sangatlah penting. Karena itu penting juga bagi seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sedini mungkin.
Penghayatan dan pengamalan pancasila tersebut perlu ditanamkan, dengan cara pembentukan karakter sedari dini melalui keluarga dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Semua elemen masyarakat untuk memaknai dan memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Terlebih bagi generasi penerus bangsa
Rinie juga menekankan untuk mewaspadai paham-paham radikalisme yang kini tengah menjadi ?persoalan bangsa ini.?
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) ditahun 2022 memrogram beberapa kegiatan dalam upaya dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan pemahaman ideologi Pancasila.
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan mata pelajaran Pendidikan Pancasila sesuai Keputusan Mendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran dimulai pada Juli 2022.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi selain mengapresiasi kekompakan dan kinerja seluruh komponen BPIP, juga mengingatkan tentang pentingnya meningkatkan kepercayaan publik pada lembaga yang dibentuk pada 2018 tersebut.
Punding yakin dengan berlandaskan Pancasila maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi bangsa dan negara yang tangguh
Walaupun demikian Saidiman melanjutkan ada 10 persen responden yang berpendapat Pancasila merupakan buatan manusia sehingga ada kemungkinan itu tidak sempurna dan dapat diubah
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan pentingnya memasukkan pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib di dalam pendidikan formal bagi siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo mengatakan terdapat 15 buku teks materi pembinaan ideologi Pancasila yang sudah selesai dan sedang menunggu penetapan oleh Presiden Jokowi.
Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya S Monong mengimbau kepada warga di daerah setempat supaya selalu waspada terhadap paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia mengenalkan Pancasila melalui ribuan aneka permainan rakyat kepada anak didik di Tanah Air.
Proklamator RI Bung Karno (Soekarno) menjadi inspirasi Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makariem dalam merumuskan profil pelajar pancasila.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan peserta tes wawasan kebangsaan yang mendapat pertanyaan memilih Pancasila atau Al Quran dari asesor dikarenakan hasil indeks moderasi bernegara (IMB-68) dan profilingnya jeblok.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Komnas HAM, Ghufron mengatakan juga tidak ditanyakan perihal materi yang menanyakan memilih Alquran atau Pancasila
Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau Alissa Wahid mengatakan untuk menjadi seorang Pancasilais maka dia perlu menjadi seorang muslim atau orang beragama yang baik.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Zulfa Asma Vikra mengharapkan diwajibkannya kembali mata pelajaran Pancasila di sekolah.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengaku sedih melihat kondisi saat ini?karena masih ada pelajar yang tidak hapal dengan Pancasila/?