Pemko Palangka Raya Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran
Pemko Palangka Raya menggelar rapat Tim Evaluasi Penyerapan Anggaran atau Tepra.
Tag
Pemko Palangka Raya menggelar rapat Tim Evaluasi Penyerapan Anggaran atau Tepra.
Posisi Realisasi belanja langsung dan belanja tidak langsung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Pulang Pisau tahun anggaran 2019 berada pada posisi 15,53% dari pagu sebesar Rp984 miliar lebih.
Bupati Barito Timur (Bartim) Ampera AY Mebas meminta kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan percepatan penyerapan anggaran di Triwulan II untuk program dan kegiatan 2019.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Arahman meminta pemerintah kabupaten (pemkab) setempat memaksimalkan serapan anggaran yang sudah masuk dalam APBD 2019.
Bupati Gunung Mas (Gumas), Arton S Dohong, mengingatkan semua organisasi perangkat daerah agar memerhatikan target penyerapan anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Timur, Eskop meminta kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoiptimalkan penyerapan anggaran. Pascapenyerahan DPB ke masing-masing instansi.
Tujuannya, agar laporan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau ke Pemprov Kalimantan Tengah terkait realisasi kabupaten tidak mengalami keterlambatan.
Ancaman soal penonaktifan atau mutasi Kepala SOPD yang membandel juga sempat dilontarkan Plt Sekda Pulang Pisau
Rapim Tepra untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan APBD dan APBN di Pulang Pisau. Adapun target yang harus dicapai yakni 70% untuk keuangan, dan 70% untuk fisik.
Untuk belanja tidak langsung pagu dana Rp 842.769.069.225, yang terealisasi per Agustus 2018 yakni Rp 506.827.175.331. Sedangkan belanja langsung, pagu dana Rp 931.030.188.550, yang terealisasi hanya Rp 388.221.756.854.
Realisasi penyerapan anggaran belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) hingga Juni 2018 masih di bawah target, yakni hanya 43% saja.
Salah satu permasalahan dalam penyerapan anggaran yakni rendahnya realisasi belanja di awal tahun. Selalu menumpuk di akhir tahun anggaran.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Punding S Merang meminta eksekutif menggenjot penyerapan anggaran 2018.
Target serapan anggaran di triwulan I 2018 Rp456 miliar, sedangkan realisasinya baru Rp16 miliar atau 3,6 persen
Seharusnya target yang harus dicapai 10%, namun sampai dengan akhir bulan Februari lalu, realisasi penyerapan anggaran Kabupaten Lamandau baru sekitar 9%.
Capaian itu terungkap dalam Rapat Pimpinan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Rapim Tepra) Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (1/3/2018).
SOPD Kabupaten Barito Selatan diminta agar berupaya gar terget serapan anggaran yang telah ditetapkan bisa diserap sehingga tidak terdampak pada kegiatan pembangunan
Penyerapan anggaran setiap tahunnya masih kerap menjadi pekerjaan rumah (PR) dalam penyelenggaraan pemerintahan Pemkab Lamandau. Padahal penyerapan anggaran sangat penting dan berpengaruh dalam setiap pelaksanaan pembangunan.
BORNEONEWS, Palangka Raya – Penyerapan anggaran tahun 2017 baik APBD provinsi maupun APBD kabupaten/kota di Kalimantan Tengah masih rendah. Hal ini yang akhirnya melatarbelakangi keluarnya Peraturan…
BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran terlihat sewot. Ini karena penyerapan anggaran provinsi maupun kabupaten/kota di Kalteng masih rendah, alias tidak…