Menciptakan Lingkungan Bersih Lebih Utama Dibandingkan Piala Adipura
"Yang utama itu kebersihannya, bukan pialanya. Saya harapkan seluruh elemen masyarakat menyatukan visi untuk selalu menjaga kebersihan," kata Supian Hadi, Rabu (16/1/2019).
Tag
"Yang utama itu kebersihannya, bukan pialanya. Saya harapkan seluruh elemen masyarakat menyatukan visi untuk selalu menjaga kebersihan," kata Supian Hadi, Rabu (16/1/2019).
Adipura Kencana bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan dan penilaiannya akan lebih tinggi dibandingkan piala Adipura yang saat ini didapat.
Pemerintah Kabupaten Kotim memberikan bonus kepada para petugas kebersihan setelah berhasil mengantarkan Sampit meraih Piala Adipura 2018 untuk kategori kota kecil.
Masyarakat yang menyaksikan tersebut mulai dari orangtua, anak-anak, hingga para pelajar dan mahasiswa yang ada di daerah ini. Bahkan sejumlah sekolah yang dilintasi, muridnya menyambut rombongan arak-arakan di depan sekolah.
Salah satu contoh konkret menjaga keberaihan lingkungan adalah melalui kegiatan Jumat Bersih
Arak-arakan akan dilakukan dan rencananya pada pukul 10.00 WIB
Acara seremonial penerimaan penghargaan ini digelar terlebih dulu dan setelah acara usai barulah digelar acara kirab atau arak-arakan
Pemkab Kotim sukses memboyong kembali piala Adipura sebagai bukti bahwa Sampit menjadi salah satu bagian dari kota yang bersih.
Prestasi di bidang kebersihan ini merupakan raihan kelima untuk Kotim, dan ke empat kalinya di masa kemempinan Supian Hadi - Taufiq Mukri. Rinciannya, diraih pada tahun 1997, 2012, 2013, 2014, dan 2018.
Penghargaan tertinggi dari pemerintah RI di bidang lingkungan untuk kategori kota kecil ini diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Yusuf Kalla kepada Bupati Kobar Nurhidayah di Jakarta.
Pangkalan Bun kembali menerima penganugerahan Piala Adipura untuk tahun penilaian 2017 - 2018 untuk kategori Kota Kecil Terbersih.
Masalah sampah menjadi salah satu sandungan dalam memperoleh Piala Adipura lagi.
TPA di Kota Pangkalan Bun tidak ada sampah yang menggunung atau menimbulkan bau menyengat, karena semua sampah ditimbun menggunakan metode yang baik.
Penilaian tahap pertama dan kedua sudah dilakukan, tinggal menunggu hasilnya yang bakal diumumkan sekitar Oktober mendatang,
Pemkab Kotawaringin Barat masih menunggu hasil penilaian tahap pertama dan kedua Piala Adipura.
Aspek yang berkaitan seperti penataan drainase, sampah, taman, kebersihan harus diperhatikan. Apalagi itu menjadi poin penilaian.
Jika tidak, penjabat dari Dinas Lingkungan Hidup akan dilakukan evaluasi atau diperhitungkan kembali.
Pada saat penilaian pertama Kabupaten Kapuas memperoleh nilai 75,91. Penilaian tersebut sudah dilakukan pada Maret 2018. Nilai tersebut sudah cukup memenuhi syarat untuk dilakukan pemantauan tahap kedua.
Anggota Komisi C DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Sri Purwati menilai, masyarakat harus dirangkul guna mempertahankan Piala Adipura di Pangkalan Bun.
Bupati Sukamara Ahmad Dirman mengatakan, untuk bisa meraih Piala Adipura maka perlu adanya kerja keras yang didukung dengan program serta kegiatan yang telah dilaksanakan DLH dalam meningkatkan kebersihan.