Jangan Bermusuhan, karena Berbeda Dukungan
Meskipun berbedanya pilihan, seluruh masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban agar pelaksanaan Pilkada di Bumi Gawi Barinjak bisa terlaksana dengan aman dan lancar.
Tag
Meskipun berbedanya pilihan, seluruh masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban agar pelaksanaan Pilkada di Bumi Gawi Barinjak bisa terlaksana dengan aman dan lancar.
Ketua DPRD Sukamara Edi Alrusnadi mengatakan hingga saat ini belum ada anggota dewan yang mengajukan cuti untuk mengikuti kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati yang didukung.
Perlu adanya dukungan dari pemerintah kabupaten dan pihak keamanan TNI, Polri, SatpolPP hingga tingkat desa yakni linmas dan tokoh masyarakat
Tiga pasangan colon (Paslon) bupati dan wakil bupati Sukamara 2018 mengucapkan deklarasi damai di depan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran yang bertindak sebagai inspektur upacara apel siaga persiapan Pilkada Serentak 2018, Selasa (27/3/2018).
Gesekan berujung perpecahan rawan terjadi di masa pilkada seperti sekarang ini.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukamara meminta agar dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) 2018 tidak membawa agama ke ranah politik saat berkampanye.
Kapolres memastikan, pihaknya selalu siap menerima pengaduan yang disampaikan masyarakat supaya proses pemilihan bupati dan wakil bupati Sukamara 2018 bisa terlaksana dengan aman, damai, dan lancar.
Kampanye pilkada tanpa sampah sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018.
Bupati Sukamara Ahmad Dirman mengatakan, salah satu tim pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Sukamara akan melaporkan paslon lain terkait ujaran kebencian yang diunggak ke media sosial.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukamara mengingatkan agar pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati, tim kampanye dan partai politik untuk tidak melakukan praktik politik uang dalam Pilkada 2018.
Bupati Sukamara Ahmad Dirman menyebut, pembatalan pelantikan 139 pejabat di lingkungan kerjanya karena demi menyelamatkan Wakil Bupati (nonaktif) H Windu Subagio yang saat ini mencalon sebagai Bupati Sukamara 2018-2023.
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sukamara mengingatkan agar pasangan calon (Paslon), tim pemenangan, partai politik dan gabungan parpol tidak melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam berkampanye nanti.
Ketua Panwaslu Sukamara Irwansyah mengatakan, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukamara tidak boleh dipasang sembarangan.
Bupati dua periode tersebut mengingatkan, agar dalam melaksanakan kampanye, pasangan calon bupati dan wakil bupati harus sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Paslon dan tim juga dilarang untuk menghasut, memfitnah dan mengadu domba partai politik, perseorangan, atau kelompok masyarakat.
Ada tiga tema besar yang diusung dalam kampanye damai ini, di antaranya kampanye anti hoax, anti isu sara dan anti politik uang.
Deklarasi kampanye damai bertujuan untuk meneguhkan hati dan tekad semua pihak dalam menyelenggarakan kampanye secara damai, santun, mencerahkan, mendidik dan menyejukan bagi seluruh rakyat.
Diharapkan setelah surat dari Panwaslu Sukamara tersebut diterima, semua tim pasangan calon bisa melakukan penertiban.
Panwaslih memiliki langkah sebagaimana bimtek dengan Polri, terkait penanganan kampanye bermuatan SARA, khususnya di media sosial.
Supaya laporan yang disampaikan bisa segera diproses, pelapor hendaknya memberikan keterangan sejelas mungkin.