Warga Palangka Raya Diminta Hati-Hati Gigitan Hewan Rabies
Hal tersebut juga disampaikan Sumardi dalam pertemuan para vaksinator rabies di kantor DPKP Kota Palangka Raya siang tadi.
Tag
Hal tersebut juga disampaikan Sumardi dalam pertemuan para vaksinator rabies di kantor DPKP Kota Palangka Raya siang tadi.
Belum diketahui pasti apakah anjing yang mengidap rabies ini sebelumnya sudah pernah divaksin rabies atau belum.
Pilar kedua yaitu pengendalian rabies pada hewan
Untuk di Indonesia, HPR yang paling sering menginfeksi manusia ialah anjing, kucing dan kera.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan atau Kasi Keswan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya, Oktopriadly mengatakan, saat ini, para relawan vaksinator juga diminta untuk membantu pelaporan jika menemukan adanya kasus ASF atau Demam Babi Afrika.
Vaksinasi rabies di Kota Palangka Raya kembali dimulai untuk tahun 2022. Ditandai dengan pertemuan bersama antara unsur pimpinan Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya dengan vaksinator rabies Kota Palangka Raya pada Rabu lalu.
Penyuluhan bahaya penyakit yang ditularkan dari hewan kepada manusia akan meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit tersebut sekaligus pentingnya vaksinasi terhadap hewan peliharaan.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo mengungkapkan penyakit rabies dapat dicegah apabila seseorang terkena gigitan hewan rabies.
Penyakit rabies adalah penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis alias dapat menular kepada manusia. Penyakit ini sangat berisiko menyebabkan kematian apabila tidak cepat ditangani.?
Dengan adanya KIE diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih bertanggung jawab dalam pemeliharaan hewan kesayangannya, peduli dengan kesehatan hewan, dan tidak dilepasliarkan
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Mishael mengatakan sepanjang tahun 2021 ada 10 kasus gigitan anjing terhadap manusia yang dilaporkan masyarakat.
Hingga bulan Juni 2021 atau pertengahan tahun ini, vaksinator rabies Kota Palangka Raya tak henti-hentinya terus melaksanakan tugas pemberian vaksin rabies kepada hewan peliharaan yang dapat menularkan virus rabies yaitu anjing, kucing, dan kera.
Jabatan Fungsional Tertentu atau JFT Ahli Madya Medik Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Drh Berita Jaya mengatakan bahwa timbulnya kasus rabies di Kota Cantik lantaran masyarakat masih menganggap anjing sebagai hewan peliharaan, bukan hewan kesayangan.
Dinas Pertanian (Distan) Kapuas melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan masih melakukan vaksinasi rabies menyasar ke sejumlah kecamatan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya, Sumardi mengatakan bahwa Kota Cantik berstatus endemi rabies
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya berencana melakukan steril atau castrasi kepada 35 ekor anjing atau kucing dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia pada 28 September 2020 mendatang.
Seorang warga di salah satu kawasan permukiman Palangka Raya?positif terinfeksi rabies, setelah digigit anjing peliharaannya sendiri.
Pemberian vaksin kepada hewan-hewan penular rabies atau HPR seperti anjing, kucing, dan kera gencar dilakukan di Kota Palangka Raya.
Dinas Pertanian atau Distan Kabupaten Kapuas melalui Bidang Peternakan menargetkan 2.000 ekor hewan yang tervaksinasi rabies pada tahun 2020.
Kepala Sekse Kesehatan Hewan atau Keswan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Palangka Raya, drh Hari Eko Purnomo menyatakan bahwa kader vaksinasi rabies di Kota Cantik berhasil menekan angka kasus rabies.