Uji Kompetensi Wartawan Wujudkan Insan Pers Bermartabat
Ketua PWI Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhamad Zainal mengatakan, uji kompetensi wartawan (UKW) bertujuan untuk mewujudkan insan pers bermartabat.
Tag
Ketua PWI Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhamad Zainal mengatakan, uji kompetensi wartawan (UKW) bertujuan untuk mewujudkan insan pers bermartabat.
Uji Kompetensi Wartawan atau UKW yang diselenggarakan oleh Dewan Pers melalui Lembaga Pers Dr Soetomo atau LPDS dan IJTI di Palangka Raya telah selesai. Hasilnya satu orang peserta yang diuji oleh LPDS dinyatakan belum kompeten.
Ketua PWI Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Harris Sadikin mengingatkan uji kompetensi bukan akhir dari skala penilaian profesionalisme wartawan.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah sukses menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XVIII.
Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph secara resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan XVII yang berlangsung di Aula Gedung B Setda Mura, Sabtu (25/6).
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Seruyan, berangkatkan dua??jurnalis untuk mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Wartawan atau UKW di Pangkalan Bun.
Guna menjalankan aturan protokol kesehatan (prokes) mencegah penyebaran covid-19, sebanyak 36 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng yang bekerjsama dengan PWI Kotawaringin Barat (Kobar) jalani pemeriksaan Rapid Test Antigen, Selasa, 2 November 2021.
BERKOMPETENSI merupakan upaya seseorang ingin mencapai tujuan kepada hal yang baru. Ada banyak tujuan dari kompetensi, mulai dari keinginan untuk meningkatkan pengetahun di bidang kognitif, mengasah minat, bakat, kemampuan, mempraktekan segala tugas yang menjadi tanggungjawab, dan atau ?mengincar kedudukan.
Wartawan kompeten yang melakukan pelanggaran baik Undang-undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, maupun lainnya dapat dicabut sertifikat kompetensinya oleh Dewan Pers.
Direktur Uji Kompetensi Wartawan atau UKW Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Rajab Ritonga menyebut wartawan adalah penyampai pesan terverifikasi ke masyarakat.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kalimantan Tengah, M Harris Sadikin mengapresiasi Pemkab Barito Timur khususnya Bupati yang telah memfasilitasi kegiatan Uji Kompetensi Wartawan atau UKW angkatan ke-XIV.
Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas membuka Uji Kompetensi Wartawan atau UKW angkatan ke-XIV Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kalimantan Tengah di GPU Mantawara Tamiang Layang, Jumat, 20 Agustus 2021.
Pengurus Dewan Pers mengatakan uji kompetensi wartawan (UKW) sebagai upaya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang jurnalistik sehingga para wartawan bisa bekerja secara profesional dalam memberitakan sesuatu, serta mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat.
Dua jurnalis asal Kabupaten Barito Timur, Prasojo Eko Aprianto dan Agustinus Bole Malo mengikuti uji kompetensi wartawan atau UKW yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kalimantan Tengah selama dua hari di Palangka Raya, Rabu, 17 Maret 2021.
Kotim meraih medali terbanyak yakni dengan dua emas, dua perak, tiga perunggu. Sedangkan peraih medali terbanyak kedua yakni Kabupaten Sukamara dengan satu emas, Katingan satu emas, Barito Utara satu emas, dan Palangka Raya satu emas.
Sebanyak 50 orang wartawan mendapatkan predikat berkompeten, dalam artian lulus dalam mengikuti UKW ini
Empat wartawan tersebut yakni Andri Rizki Agustian yang mengikuti jenjang utama, Nako jenjang Madia, sedangkan dua orang lainnya yakni Ahmad Syhabuddin dan Budi Yulianto jenjang muda.
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kembali digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, 19-20 Oktober 2018.
Hingga sore ini, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berlangsung. Terlihat dari raut wajah para peserta sangat tegang, saat mendapatkan materi dari para penguji.
Puluhan wartawan itu mengikuti tiga jenjang UKW. Rinciannya, jenjang wartawan utama diikuti 10 orang. Jenjang kedua yakni wartawan madya sebanyak 14 orang. Dan yang terakhir tingkat muda sebanyak 42 orang.